Monday, October 29, 2012

'Idul Adha 1433H

Allahu akbar... Allahu akbar... Allahu akbar... The air was filled by takbir and tahlil words. So, it was reffering to 'ied mubarok time. Oh God, it so fast the time is gone. From minute to minute. From hour to hour. From day to day. From week to week. From month to month. From year to another year. From 'ied to new 'ied again. :D Me, as Your created at this time always leaves any-memorized that can't accidentally forgotten by my mind. There is new story in every-single-'ied. As we (ummah) know, this is our time to mirror ourselves being a good personal even better than before. 'Ied always makes some new story telling and those all have been my new experience. Hm, just close our eyes and feel what have we done in the past time is the best moment to come new day ('ied day). Remember who has created us is the nicest time to reflect ourselves. May Allah blesses us. :D

This is some pics that I took from my 'ied adha 1433H. Enjoy my beauty face yak! Hehehe...

Against the sunrise :D before did 'ied prayer
This is appearance when some people was still arrived (to my lovely campus)
After prayer and ate lontong, I went to the Prangtritis beach with both of my junior
Yeah, those are both of them
Moa uses new clothes looooo... It's banana's color #hahay
I love walking on the beach's edge
One two three, I love this kind of pic... (so natural)
I can't give a comment but there is something advice there. God or bad, idk...
This one, too.. I love them. Together in love :D
Miss my beloved family so bad... :')

Thursday, October 25, 2012

Thankfulnes...

Karena saking jarang nya memenangkan suatu lomba/GA/kuis beserta atribut lainnya, syukur nya minta ampyun banget deh kali ini... Sebenarnya bukan ingin memamerkan sesuatu. Bukan pula ingin sok-sok hebat, hanya saja ini merupakan bentuk syukur biar ada yang bisa dikenang nantinya lewat catatan kecil di blog ku ini. Yeah, I am proud of me! :D


Waktu itu sempat ada lomba foto dan comment yang diadakan oleh Hasfa Publishing. Kami segenap crew dan pihak berwenang, mencoba untuk mengikuti kegiatan ini dengan seksama. Hingga suatu hari waktu buka facebook, eh tau nya sudah ada pengumumannya. Alhamdulillah termasuk salah satunya. Jadi, ada hadiah paket buku untuk 8 orang pemenang dengan total Rp. 2.000.000,- (@ Rp. 250.000,-) Alhamdulillah, terimakasih Hasfriend! Semoga bisa menerbitkan buku-buku yang bermanfaat untuk banyak orang. :D


Selang beberapa hari, diadakan pula kuis #20BukuGratis di twitter dengan menjawab pertanyaan dari pihak @hasfapublishing juga... Kebetulan buku gratis #1 jatuh ke tangan Cici. Alhamdulillah, ku sambut itu semua dengan senyuman. :D


Thank You, God :D

Paket nya pun datang :p
Buku yang di dapat :)

Wednesday, October 24, 2012

Moaaa

Ciyusan? Miyapa?

Two Different World


There are two different world. Eventhough we like to have fun. I wish we never forget those people who need our hands. Yups, this a little bit word that I got from unwavering someone. :D It was so touching my liver. If we have enough of knowledges or cleverness, insert a few of our feeling to help everyone that needs it. Just “niat” / ”aim”, it has been a praying, right? Hope God can ease our plan to do something useful to the others. Not too be stilted, just make that dream becomes a reality even just for the people surrounding us. :D

Yeaaay, what beautiful of sharing!

Sunday, October 21, 2012

Dear God... ^_^


For my Lord of the world. I know you always knows what I do, even my feeling. In my success, ofcourse You has organized that for me. in my failure, again ofcourse You has examined me for my sweetest life later. Maybe I don't have any-cute-words to share to You, but I always believe that You always hear my voice from the bottom of my heart.  I always beliave that You always knows what happen in my breath. I am proud to be me. This is because of You. You has made me as perfect human.

I can think coz the easy of Yours. I can walk in my path, this b'coz Your permission altought sometimes other people can run fast. I can read my lovely novel colections coz the eyes that You has given. I can hear the music and my lecturer's explanation because of Your super-power. I can smell my aromatic parfume, again coz Your reins. You always control me like there is no one can do that to me. You always care about me, You help me to solve anyproblem that I have. You are always ready being my conselor, yeah conselor, just for giving the directions for my complaints.

For You up there. My lovely God. Sometimes, it's hard to understand what You really want to happen. But I believe there is a miracle behind the secret that You have made. And I trust You as my partner and as my protector in tight-times also in roomy-times, You'll give the best for me while at the past. :D

I miss You, God...

I miss my Allah...

Sunday, October 14, 2012

Pertama Masuk Kota



Kalo disuguhin kata “kota”, yang terlintas dibenak kita apa ya? Kecanggihannya kah? Kemewahannya kah? Keunikannya kah? Ato kekotorannya? Huh, whatever lah... Dulu sempat mikir gini, kalo orang desa pergi ke kota, trus waktu balik lagi ke desa nya, mereka punya sebutan “mudik” ato “pulang kampung”. Nah pertanyaannya, kalo orang kota gimana ya? Kalo yang aslinya emang dari kota, berarti nggak ada pulang kampung dong, yang ada pulang rumah. Hehehe...

Nah, kebetulan banget Cici asalnya dari pedesaan nun jauh disana, jadi punya mimpi pingin banget pergi ke kota. Tapi kapan yak... Waktu itu masih SD, waktu masih imut-imutnya gitu, waktu masih cerdas-cerdasnya banget, pergi ke wisudaan nya Oom, Om Man namanya. Nah, nggak jauh-jauh amat sih tempatnya. Ke daerah Padang, Sumatera Barat. Asiiiik, tau mau diajak berangkat ke Padang, wohoooo sueneeeng banget. Lonjak-lonjak. Jungkir-balik. Goyang-inul. Muter-muter sambil nyanyi khas dari India. *maap, nek iki ngapusi tenan* Pokoknya senang banget deh. Ke kota gitu loh.

Semasa SD dulu, teman-teman di sekolah sering ceritain pengalamannya waktu ke kota, “Eh ci, aku kesana lo kemarin...” Ada lagi, “Eh ci, aku jalan-jalan ke sana ke mari loh...” Dan banyak yang lainnya. Sempat ngiriiii banget sama cerita mereka. Trus dipendem, dan akhirnya bisa juga ke kota. Mujur pantang ditolak deh. Seneng nya sampe selangit dan sebumi. Waaah, ternyata nggak deket juga sodara-sodara, dari kampungku sekitar 10 jam ke kota Padang. Tapi yang namanya excited, seneng-seneng ajah di dalam mobil rental-an *ops... Pas nyampe di TKP. Cihuy, saatnya pake baju kembang (waktu itu anak-anak kampung ku lagi modelnya pake baju kembang, seolah seperti artis dalam TiVi) dan menghadiri acara wisudaan *tapi cuma diluar tok, kan tamu utamanya Nek Ndek and Nek Ndut*

Yes yes yes! Ale ale ale ale... Ale... Ale... Waktu itu seneng banget serasa siap nge-gol-in bola ke gawang lawan. Siap dari wisudaan, yang pastinya nggak ketinggalan adalah jalan-jalan dan kuliner. Makan yang aneh-anehRdn enak pastinya. Nah, ini kali pertama Cici masuk ke plaza bareng keluarga lainnya. Pas masuk ntu bagunan, wohoooo serasa masukin gedung-gedung tinggi yang sering masuk tipi. Kebetulan waktu itu disana belum terlalu banyak gedung tinggi. Oh, masuk mall/plaza itu menyenangkan sekali, nggak ngapa2in sih, cuma muter-muter aja. Trus naik eskalator (Eh, eskalator ato eskapator ya namanya? Yang tangga nya jalan naik ato turun itu loh. Lali aku rek!). Lagi-lagi ini kali pertama. Suwer takut banget naikinnya. Pas mau mijakin kaki keatas tangga, eh nggak jadi. Pas mau nyoba lagi, eh nggak jadi lagi. Sampe-sampe ada orang yang nggantri dibelakang, bibirnya sewot banget. Hahaha, maap awak yo uni. Maklum lah, wak ko dari dusun ha...

Oya, ada nih cita-cita waktu kecil dulu. Mau banget main di Timezone. Pada tau kan? Yah, namanya juga anak-anak, pingin sekali nyobain mainan yang baru. Pastinya itu ndak mainan tradisional. Siap nyobain beberapa mainan. Kami berangkat ke Bukittinggi. Waduuuuh, lagi-lagi senang banget. Kami ke Ngarai Sianok, yang sangat dikenali itu. Dengan suguhan pemandangan luar biasa yang belum pernah Cici lihat sebelumnya. Trus ke Lubang Jepang, sewaktu itu masih pake obor sebagai penerangnya. Wuiiih, serem juga. Trus lihat icon nya kota Bukittinggi. Hayooo apa? Itu loh, Jam Gadang *bahasa Indonesia nya: Jam besar*. Nah, foto-foto deh dengan kamera yang masih menggunakan film didalamnya. So interesting! Ini cerita masuk kota waktu kecil. Ntar deh tak ceritain lagi masuk kota pas dah gede ya... :D

Impian selanjutnya, mau masuk kota yang lebih kota lagi. It is amazing!


Mohon do'a nya yak... :D Semoga dengan memasuki banyak kota, banyak pula yang bisa dipelajari. Amin.

Sunday, October 7, 2012

Komuda di RSJ Grhasia


Komuda kali ini berbeda dengan komuda sebelumnya. Kalo sebelum nya dilaksanakan di Rumah Sakit Umum, pada kesempatan ini di Rumah Sakit Jiwa. Yap, seperti judul diatas, kami (1 kelompok: 31 orang) berangkat menuju RSJ Grhasia di daerah Pakem, Kaliurang KM. 20-an *maap lupa KM berapa pastinya*. Dengan nebeng dengan beberapa teman yang memiliki mobil, akhirnya Cici sampai di tempat tujuan dengan selamat bersama teman-teman yang lainnya. Sebelum nyampe di TKP, ternyata RSJ tersebut sudah sering tak lewati kalo sedang jalan ke daerah Kaliurang atas. Sumpah! Nggak pernah kebaca ato nampak selama ini. Yaaa Salaaam... Pas sampe di TKP, Cici sempat kaget. “Subhanallah, Rumah Sakitnya buangus rek! Semoga pasien nya pada nyaman ya, biar bisa sehat seperti biasanya,” bisik hati kecilku.


Selang beberapa waktu, sambil menunggu kawan-kawan yang sedang sarapan snack, kami pun menuju ruang diklat guna memberikan surat pengantar dari fakultas. And then, kami di perkenalkan oleh petugas diklat tentang sejarah Rumah Sakit Grhasia dari pertama berdiri hingga sekarang. So gratify! Udara pagi nan sejuk di daerah pegunungan merapi, membuat nafas menjadi lega dan rileks. Pagi nan ceria deh pokok e! Setelah perkenalan RSJ, dilanjutkan pengarahan dari dokter spesialis jiwa disana. Ibunya keibuan banget. Ramah. Dan sangat lembut. Secara yah, kan menangani kejiwaan manusia. Mustinya ya gitu, she can be a public figure. :D

Selang beberapa kata pengantar, dokter memanggil salah seorang pasien dari bangsal dikawal oleh 2 mbak-mbak yang manis alias perawat. Pesan dosen-dosen, “Perhatikan penampilan, gerak-gerik dan tingkah pasien sejak memasuki ruang praktek kalian. Apakah ada sesuatu yang aneh dan mengganjal? Karena dengan memperhatikan dari awal saja, udah bisa terbayang Differential Diagnosis nya.” Stay tune! :D

Melihat cara dokter menanyakan kabar dan meminta pasien memperkenalkan diri, rasa nya nyantai banget. Nggak kaku dan pastinya, lembut. :D Subhanallah yah... Dokter memang seharusnya seperti itu. Sebagai tempat pasien bercermin, yang biasa kita sebut konselor. Sebagai tempat menuangkan rahasia dan dapat dipercaya. Sebagai penolong untuk problem solving jika pasien membutuhkan. Sebagai care giver. Nah, patut banget ditiru ni dokter. Tak seperti beberapa dokter yang hanya menganamnesis pasien dengan singkat dan pasien kadang tak merasa nyaman. *Maap ya, Cici bukan bermaksud untuk mendahului yang sudah pinter dan hebat. Hanya saja, jika pasien sudah merasa tidak nyaman atas tindakan dan perkataan sang dokter, mereka bisa-bisa tidak punya rasa percaya pada dokter sehingga mungkin pasien takut menceritakan dan mengadukan keluhannya dengan jujur dan pastinya itu akan berpengaruh terhadap pengobatan pasien kelaknya dan siapa yang dirugikan? Pasien juga. Ini hanya catatan kecil Cici yang sekaligus tak jadiin pedoman dan pelajaran jika telah menjadi dokter kelak. Aamiin...*

Kembali ke laptop! *kok suka banget ngelantur kemana-mana* Data pasien -> ia yang mengutarakannya sendiri: Seorang wanita, 33 tahun, pendidikan terakhir S1 teknik kimia UPN, sudah menikah setahun yll, dibawa ke RSJ oleh suami dan ibunya. Saat di anamnesa oleh dokter, “Mbak keluhannya apa?” Pasien menjawab, “Saya mendengar suara-suara yang sepertinya mengadu domba dirinya dengan keluarganya. Contohnya ada suara pertengkaran antara ibunya dengan seorang tante-tante yang berulang-ulang dan membuat pasien tertekan. Dan suara yang mengatakan bahwa suaminya selingkuh dengan wanita lain dan pasien menyangkal, karena suaminya sangat menyayangi pasien sehingga pasien sangat terganggu dengan bisikan/suara-suara tersebut.” Itulah jawaban dari pasien sendiri. Sebenarnya dari penjelasan singkat dari pasien tadi, ia telah menyadari bukan? Ia telah mengetahui bahwa diri nya sedang tidak sehat. Itu artinya pasien punya insight sedang. Dan saat ditanyakan kabar keluarga, pasien mengatakan bahwa keluarga nya baik-baik saja sambil tersenyum. Itu tandanya mood pasien eutimik dan afek pasien normal. Oya, sewaktu pasien masuk, kita lihat rawat dirinya cukup baik dan masih mau diajak bicara dengan kuantitas dan kualitas yang masih baik, masih nyambung. Perilaku dan aktivitas psikomotornya agak hipoaktif. Mungkin lemas baru bangun tidur kali ya. Ato grogi melihat kami yang rame tiba-tiba dia jadi pembicara didepan. :D Nah, karena pasien mengeluh ada suara-suara yang mengadudombakan dia dengan keluarganya, artinya pasien mempunyai halusinasi auditorik. Bentuk pikir pasien juga masih realistik/normal. Hanya percakan singkat saja yang bisa dilakukan, karena takutnya pasien merasa tidak nyaman jika berlama-lama.

Intinya pasien sudah bisa menyadari dirinya jika ada suara-suara yang menggagunya, dia meminta untuk mondok di Rumah Sakit untuk dirawat inap. Dan ternyata pasien sudah mengalami hal ini sejak 10 tahun yang lalu sejak ia berumur 21 tahun. Dan sudah 5 kali lebih keluar masuk RSJ. Bagaimana tidak mengganggu? Sejak 10 tahun pasien diserang gangguan yang tak berwujud itu. Kenapa bisa seperti itu, banyak sekali penyebabnya. Bisa karena genetik. Bisa karena lingkungan dan sosial. Bisa gegara defence mechanism yang dipakai saat menghadapi masalah/kejadian. Bisa karena lesi/kerusakan otak, misalnya terjadi pelebaran ventrikel di otak yang menekan otak lobus temporalis yang berfungsi untuk mengatur pendengaran manusia sehingga jika lobus tersebut tertekan, timbul lah suara-suara yang tidak nyata tadi dan pastinya menggangggu pasien.

Ya allah, terkadang Cici suka malu sama mereka yang dirwat di RSJ... Jujur, mau banget meneteskan air mata melihat mereka yang dirawat disana. Malu jika Cici masih sering nggak bersyukur dengan hidup yang sedang Cici jalani sekarang. Malu karena tak bisa melakukan hal-hal yang bermanfaat. Malu dengan mereka yang menjalani kehidupan yang pastinya tak mereka inginkan karena tak ada seorangpun yang ingin memiliki gangguan jiwa, but they had. Oleh karena itu, dukungan sosial sangat dibutuhkan pasien-pasien disamping farmakoterapi yang telah diberikan.

Curhat sebenarnya juga merupakan salah satu terapi gangguan jiwa. Rekreasi. Memainkan permainan yang melibatkan tim. So, dukungan sosial sangatlah penting dalam memperbaiki kualitas kejiwaan seseorang.  Karena apa? Karena setiap orang pasti pernah merasakan gangguan jiwa. Dan edukasi serta penyuluhan juga sangat berguna untuk menyadarkan setiap orang bahwa jika terdapat gejala-gejala tertentu, mereka bisa tahu dan sadar bahwa mereka sedang tidak sehat sehingga bia ditangani dengan segera. Karena, semakin terlambat seseorang mengetahui/menyadari bahwa dirinya sedang mengalami gangguan jiwa, semakin sulit pula untuk dipulihkan.

Yang diharapkan adalah, tolong orang sekitar dan orang terdekat PEKA terhadap lingkungannya. Empati juga sangat dibutuhkan oleh penderita gangguan jiwa, sehingga mereka tidak akan merasa bahwa mereka tidak berguna dan ingin mengakiri dirinya. Dan yang lebih penting lagi, doakan mereka yang sedang mengalami gangguan jiwa agar Tuhan senantiasa memudahkan mereka untuk sehat kembali. :D

Eits, cerita kita belum berakhir loh... Setelah didatangkan seorang pasien, kami diajak petugas diklat untuk mengelilingi RSJ tersebut sambil menentukan tempat kami akan bertemu pasien secara langsung nantinya. Ada tempat untuk terapi wicara dan psikomotor untuk pasien. Ada IGD. Ada tempat rehabilitasi penyalahgunaan napza. Ada tempat pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang. Dan pastinya ada tempat pasien akan dirawat. Eh, ternyata di RSJ juga ada kamar yang VIP loh. Ato jangan-jangan Cici aja yang baru tau yak? @_@ Kalo VIP, kamr mandinya didalam kamar. 1 kamar 2 pasien. Di satu bangunan itu pula ada ruang makan bersamanya dan TiVi. Ada bangsal (biasanya) tempat pasien yang pertama kali masuk SRJ. Biasanya untuk pasien yang sedang kambuh-kambuhnya. Ada yang di sel sendiri untuk pasien yang suka ngamuk/agresif dengan sebuah dipan dan disebelahnya ada wc terbuka saja karena biasanya rawat diri nya jelek sekali, pup disana, pipis disana, semua bercapur. :’( Oya, pasien laki-laki dan perempuan dipisah juga. Selain itu, bangsal yang banyak penghuni nya ada beberapa bangsal, mereka biasanya 1 kamar beberapa orang dengan wc bersama, dan ruang makan bersama. Ternyata lagi, para pasien tidak dipisah-pisahkan berdasarkan penyakitnya. Mereka digabungkan, hanya beberapa pasien saja yang dipisah yang mungkin sering melakukan hal-hal yang membahayakan dan ingin kabur. :’(

Sewaktu kami memasuki salah satu bangsal. Tiba-tiba kami disapa oleh seorang pasien, “Loh? Kok mbak-mbak dan mas-mas nya nggak mampir dulu ngombrol sama saya?” Kami kaget dan malah kami yang senyum-senyum nggak jelas. Hahahaha. Jujur, beberapa dari kami ketakutan banget. Hahaha, kok orang yang mengalami gangguan jiwa berat selalu ditakuti yak? Ndak tau juga sih, emang dari dulu Cici dengan teman-teman waktu kecil suka ngeri aja. Ada cerita lucu... Waktu masuk ke bangsal lainnya, ada pasien wanita rambutnya dikepang dua dan dijalin. Dia senang banget pas kami datang. Trus bilang, “Hello, my name is bla bla bla.” Lha, kami kaget... Pas ditanya asal nya dari mana pake bahasa Inggris. Dikirain dia emang bisa bahasa Inggris. Eh, taunya Cuma itu saja kosa kata yang sering dipakainya. Jangan dikira semua orang yangmasuk di RSJ itu orang-orang bodoh. Banyak kok yang terpelajar. Makanya kami sangka ntu pasien bisa bahasa Inggris. Ada pula yang megang mukenah kemana-mana, dengan gerakan bolak-balik sambil natapin kami. Ada juga anak cewek remaja, yang tiba-tiba dia nangis pas kami masuk bangsalnya. Tak kirain, dia nggak suka kami datang, eh taunya tiba-tiba dia diam. Selang beberapa menit, nangis lagi. Diem lagi. Tenyata pasiennya emang gitu, kata perawatnya. Hm, kasihan... :’( Nah, yang kami kira bisa bahasa Inggris tadi, bilang ke kami, “Wah, mbak-mbak nya kok cantik-cantik banget eee? Mas-mas nya juga tampan banget...” Trus tiba-tiba bilang, “Aku mau mbak yang itu...” sambil nunjukin salah satu teman Cici. Trus pasiennya curhat, “Mbak, aku mau pulang ke rumah mbak. Nggak mau disini. Aku mau dandanan kayak mbak-mbaknya biar cantik juga,” dengan wajah sedih. :’( Ya Tuhan, help them... :D

Trus mereka juga ada tempat rehabilitasinya, bagi yang bisa kesenian (jahit bantal, boneka, nyulam, buat alas bantal, alas meja -> bagus-bagus loh, nah kalo mau mesan juga boleh :p) maka akan dikembangkan. Kalo ada bakat-bakat yang lain, juga disalurkan. Semoga cepet sehat ya... :D Setelah beputar-putar, barulah kami menuju bangsal sesuai dengan pembagian kelompok kecil yang sebelumnya sudah dibagikan. Ok, sekian dulu ya, nanti disambung lagi... :D Pokok e, nice komuda! Banyak pelajaran yang bisa diambil trus harusnya juga bisa digunakan...

Komuda: Coass muda
Dokter spesialis jiwa: Psikiater
Differential diagnosis: Diagnosis banding -> beberapa diagnosis yang mungkin untuk menegakkan diagnosis
Insight: Tilikan diri atau pemahaman pasien terhadap sakitnya (baik, sedang, jelek)
Mood: Suatu emosi yang meresap dan dipertahankan yang dialami secara subjektif dan dilapporkan oleh pasien serta terlihat orang lain (disforik, eutimik, iritabel, euphori, dll)
Afek: Ekspresi emosi yang terlihat, ada kemungkinan, kadang tidak konsisten dengan emosi yang dikatakan pasien (apropiate, inapropiate, menyempit, tumpul, datar)
Anamnesis: Suatu wawancara yang dilakukan dokter dengan pasien untuk menggali keluhan pasien
Halusinasi: Gangguan persepsi dimana tidak adanya objek/stimulus eksternal dipersepsikan/dianggap ada oleh seseorang (auditorik, taktil, visual, olfaktorik)