Wednesday, September 19, 2012

Jepang


Hay hay hay, ada apa gerangan dengan negara yang disebut negeri Sakura yang satu ini? Sebenarnya there is nothing to explain here. Cuma, Cici suka salut sama negeri yang sering pula disebut negeri Matahari Terbit (biasa disebut oleh orang China , karena terletak di timur China). Bukan suka aja, tapi emang salut buanget nget nget.

Anw, ada beberapa hal yang mustinya kita contoh dari negara ini. Coba tebak, apa hayooo? 

Nah, kalo Cici diberi waktu untuk menjawabnya. Mungkin yang paling pertama melintas adalah "On Time" nya orang-orang Jepang. As we know, Jepang merupakan negara yang sangat terkenal dengan tepat waktunya. Ini bukan hanya suatu tradisi turun temurun, tapi juga sudah menjadi kebiasaan mereka. Sering banget lihat di TV tentang bagaimana budaya mereka dalam menghargai waktu. So, that can be the evidence based on true story. Tak bisa mengungkapkan apa-apa, karena kadang (ato malah sering) Cici sendiri masih belum bisa menghargai waktu sepenuhnya. Bermalas-malasan nggak jelas. Dan hal-hal yang nggak jelas lainnya yang bisa menyita waktu, sehingga produktifitas dan kualitas waktu bisa tersia-siakan. Ujung-ujungnya ada kata, "Andai waktu bisa kembali..."

Selain itu, seperti yang sering kita dengar dari mulut ke mulut selama ini, negeri Sakura mempunyai pertumbuhan ekonomi tertinggi kedua didunia. Waaaah, banyak dong uangnya yak? *daku tak tahu persis* Tapi nampak kok. Apalagi dunia otomotif dan benda-benda lainnya yang sudah diciptakan oleh Jepang. Yang paling jelas adalah perkembangan dan kemajuan negeri ini. Once again, so proud!!!

Lain nya, sifat kebanyakan orang Jepang adalah "malu" pulang kerja cepat dan "malu" berangkat kerja telat. Onde mande, tak ada komentar nih dengan sifat mereka yang satu ini. Intinya rerata mereka adalah workaholic (baik wanita maupun pria). Dengan jam kerjanya 2450 jam per tahun. Wowwww! Amazing! Nah, saking sibuk dan senangnya mereka dengan yang namanya kerja, nggak dikit juga yang enggan mempunyai anak. Nggak tau sih gimana aslinya disana. Tapi kalo dihubung-hubungin secara pakasa, ada juga kemungkinannya. Karena mereka workaholic alias gila kerja, takut anaknya terbengkalai dan semacamnya.

Hanya saja, pemerintah disana juga bingung karena takut sedikit yang akan melanjutkan masa depan negeri Sakura nantinya. Kalo dalam ilmu medis, negara Jepang menganut asaz (bla bla -> lupa namanya) "Positif" yang akan mengambil bibit-bibit unggul jika terlahir didunia kelak. Oleh karena itu, pemerintah disana mendanai sebanyak 300ribu yen untuk kelahiran anak ke2 dan ke3 dalam satu keluarga. Kalo disini seperti itu, maka akan semakin padatlah Indonesia raya ini. Hahaha, tapi nggak mungkin banget bisa dilaksanain disini, ya nggak? :D

Oya, rerata orang Jepang yang sipit-sipit dan putih-putih kalo berpose didepan kamera menggunakan "peace". Like it. Mereka terlihat semakin ramah dan semakin unyu. Hehehe... Nah nah nah, ramah nya satu lagi. Ramah dan baik hatinya itu loh, nggak ketulungaaaaan... :)

Katanya sekarang banyak dari pekerja di kota pindah ke desa-desa. Mereka lebih memilih being a farmer dari pada kerja di perusahaan-perusahaan yang tidak menjamin kehidupan mereka lebih panjang. Misal: takut kontrak kerja habis dan takut menjadi penggangguran nantinya.

Nb: Catatan ini nggak ada maksud mebanding-bandingkan atau apapun, karena Cici pribadi salut dengan negara Sakura ini. Semoga bisa kesana suatu saat. :D  Amin...

Sunday, September 16, 2012

Psikolog Vs. Psikiater

Wah wah, kalo pake versus itu biasanya berarti lawan. Kayak kuis Versus di TV itu loooh. Tapi yang ini enggak. Justru mereka saling keterkaitan. Ada beda. Ada sama. Kemarin sempat ditanyain sama Mas Asep, “Apa bedanya Psikolog dengan Psikiater, Ci?” jadilah ini PR ku. Hm, sebenarnya kalo mau searching di internet ato baca buku (yang berkaitan) nya secara langsung, mungkin lebih enak ato ngerti. Tapi nggak apa deh, tak coba jelasin pake kata-kata ku ya maaaas... :D *tegur daku jika salah*

Bismillah...

Sebenernya Psikiater dan Psikolog itu sama. Sama-sama mengurusi masalah “Psi-“ -> Psikologi nya manusia. Masalah psikis, kejiwaan. Hanya saja ada beberapa perbedaan yang mungkin belum banyak kita ketahui. Just fyi, sebenarnya dulu aku suka bingung juga sama 2 sebutan itu. Karena, (dulu) ada guru BK ku waktu SMA mau ngambil S2. Nah, ada beberapa orang bilang, kalo Ibu tersebut menyandang gelar ‘Psikiater’. Padahal sepengetahuan ku, Psikiater itu untuk jurusan kesehatan. Nah, mereka bilang kalo Psikiater itu adalah gelar buat orang yang ngambil S2 psikologi. Okelah, tak diem n dengerin aja. Sempat bingung dan nganggap nya sama saja.

Nah, setelah cari sedikit tahu, ternyata ada sedikit perbedaan antara Psikiater dan Psikolog:

Jurusan
S1: Psikologi. S2: Psikologi -> Psikolog
S1: Kedokteran Umum. S2: Spesialis Jiwa -> Psikiater

Kerjaan
Psikolog -> Konsultan (biro konsultasi psikologi sendiri/instansi tertentu), yang berhubungan dengan tes psikologi dan memberi penilaian dari hasil tes, dosen, dll. -> memulihkan klien biasanya dengan psikoterapi.
Psikiater -> Mengobati pasien, merehabilitasi pasien, bisa kerja di RSU atau di RSJ, dll. -> memulihkan pasien biasanya dengan farmakoterapi dan pengobatan lainnya.
*dan lain-lainnya, masih belum paham aku. Maap yak*

Gelar Nama
Ex: Jojon
Psikolog -> Jojon, M.Psi
Psikiater -> dr. Jojon, Sp.KJ

Jadi, intinya sama saja sih. Punya kemiripan yang mirip, tentang jiwa. Kalo merasa ragu ato galau mau kemana, terserah deh. Entar pasti diarahin. Yang pasti Psikolog Vs. Psikiater ini punya tanggung jawab besar menjaga rahasia klien/pasien mereka masing-masing. :D *maap kalo masih banyak kekurangan*

Salam Kejiwaan!!!

Syawalan PD10

Syawalan merupakan tradisi yang (biasa) dilakukan oleh ummat Muslim di Indonesia. Mmmm, kira-kora di negara lain ada nggak yak? *entahlah* Inti dari acara ini adalah maap-maap-an selagi masih dibulan Syawal dan pastinya kumpul bareng biasanya dengan makan-makan juga. :D *yes, makan-makan itu yang paling utama, eiiiits jewer telinga Cici*

Jujur ya, Cici biasanya kurang suka ikutan ngumpul bareng sama teman-teman kampus. Alasannya? Pastinya MALAS. Hahaha, tapi tidak untuk kali ini. Awalnya sempat nolak dan nggak mau ikut acara syawalan ini. Sudah banyak sekali Cici nggak ikutan bareng teman-teman, sehingga beberapa teman sempat bilang, “tumben ikutan Cik.” Itu tandanya Cicik lagi rajin (mau makan).

Nah, bayarnya 25rebuan sodara-sodara. Mana lagi bokek pula. Hiks... Tapi insyaallah cukuplah buat ikutan. Akhirnya nyusul bayarnya di TKP. Pergi bareng teman-teman segawe, ngompoi. Coz lokasinya agak jauh juga dari kediaman kami. Pas nyampe di TKP (aku lupa apa nama tempatnya), ternyata tempatnya bagus. Sepertinya juga, yang makan disana kalangan menengah keatas. *sepertinya lo yaaaa* Sebelum duduk, kami difoto dulu, buat dokumentasi mungkin. Mana ada absennya lagi, maklum “nggak ada makan malam gratis, makcik.”

Diawali dengan pembukaan oleh ketua dan bla bla bla. Oya, dah tau belum apa itu PD10? Kan ceritanya, ni  tulisan dikasih judul ‘Syawalan PD10’... Artinya halal bi halal jurusan pendidikan dokter angkatan 2010. Tak terasa, aku pun sudah tua. Tapi terasa banget ilmunya masih cetek. *doakan berjalan lancar yak* Nah, angkatan kami sekitar 200an orang. Jangan ditanya berapa –an nya itu. Mungkin 210 kepala dengan 420 kaki, 420 tangan, dan sepertinya matanya lebih banyak lagi karena banyak yang pake kacamata. :p Tapi lumayan rame yang nggak dateng.








Siap pembukaan, lalu solat maghrib. Truuuuus? Makan makan! Yes! Yes! Yes! Saat yang paling ditunggu-tunggu. Hahaha... Setiap hari memperbaiki gizi, nggak ada salahnya toh? No pain, no gain. Eh, nggak nyambung ding... Diakhir-akhir acara makan, tiba-tiba ada inisiatif dari teman sejoli ku buat bawain ayam kecap pulang kerumah. Alhasil, sepiring ayam kecap ‘tok’ siap aku bawa. Tapi, kenapa harus aku yak? Kok mereka nggak mau? Karena ku tahu, mereka tau hobi ku itu apa -> makan. Rejeki nggak boleh ditolak to? Diem-diem kami masukin kedalam toples yang dibawa sama salah satu temanku. Kebetulan sekali! Yes lagi!

Setelah makan makan, ada acara pengumuman anak-anak yang “TER”. Termirip artis. Tersoleh. Tersolehah. Teralay (nama Fbnya). Teraniaya. Terngeyel. Ter-so-sweet (pasangannya). Coba aja ada awardnya buat yang tergemuk, mungkin aku yang kena. Hahaha... Bagus bagus, acaranya seru sampe kami semua teriak-teriak dan aku kecapean and then go home! Sleeeeep! Yes! :p

Thanks for PD10! :D

Saturday, September 15, 2012

Belajar Psikiatri


Ilmu kedokteran jiwa juga biasa disebut “psikiatri”. Lah, trus apa beda nya? *kayak e cuma tulisan ajah :p* So, ilmu ini yang akan menangani sebab-musabab, diagnosis, pencegahan, pengobatan, dan rehabilitasi gangguan jiwa serta peningkatan/promosi kesehatan jiwa -> menurut catatan Ilmu Kedokteran Jiwa nya (duet) Maramis-Maramis edisi 2. Trus apa yang akan kita bahas sekarang? Mmmmm... Yah ada sedikit ilmu yang sempat tak garisbawahi yang lumayan guna deh buat kita, InsyaAllah. :D

Sebelum tersesat ke yang lainnya (lainnya apa sih? Baru aja mulai), mau tanya nih. Ada yang tau nggak apa itu “kesehatan jiwa”? Mungkin ada yang mau jawab? Anak ibu yang dibelakang? *emangnya lagi sekolah yak hahaha* Sehat + Jiwa = Jiwa Sehat. Artinya tidak sakit jiwa. Okeh okeh, coba kita buat agak detail yah. Kesehatan jiwa adalah perasaan sehat dan bahagia serta mampu menghadapi tantangan hidup serta dapat menerima orang lain sebagaimana adanya. Waaah, jiplak banget kata-kata dari dosen :0. Intinya seperti itu lah. Dah paham anak-anak? *udah buuuuu* -> si guru menyeringai :D

Raga yang sehat belum menentukan bahwa jiwa kita juga sehat. Hanya saja, ada beberapa pasien yang merasakan sakit di badannya padahal dari beberapa rangkaian pemeriksaan sebagai penegakan diagnosa dari keluhan pasien tersebut masih DBN (dalam batas normal).

Rangkaian pemeriksaan disini, mulai dari:
  • Anamnesa -> ada keluhan fisik dan atau ada beberapa keluhan yang out of the body alias nggak ada hubungannya dengan keluhan fisik si pasien. Sebisa mungkin, digali apa yang menjadi penyebab pasien merasakan keluhan tersebut. Fisik kah ato psikis kah!
  • Lalu ada juga pemeriksaan vital sign ato tanda-tanda vital seperti tekanan darah, denyut nadi, frekuensi perfasan nya DBN.
  • Lalu dilanjutkan dengan pemeriksaan fisik dengan inspeksi (melihat), palpasi (meraba bagian superfisial/permukaan tubuh pasien), perkusi (mengetuk), dan auskultasi (mendengar dengan bantuan stetoskop) -> *nggak harus berurutan di beberapa tempat pemeriksaan.* Dan hasilnya juga tetep DBN.
  • Jika perlu, ditambah dengan pemeriksaan tambahan yang bersangkutan dengan keluhan pasien. Kalo keluhannya sesak nafas, maka di rongent. Kalo keluhannya jantung berdebar-debar, di EKG (elektro-kardio-gram). Dan lain sebagainya.

Lha, kalo rata-rata dalam pemeriksaan nya DBN, trus si pasien kenapa bisa merasakan keluhan tersebut secara nyata sehingga ia merasa terganggu dan ingin mengobati penyakitnya tersebut? Mmmmm, masih ngambang yak? Coba deh, tak kasih skenario.

Misalnya: Ada seorang wanita, 30 tahun, mengeluh sesak nafas sejak 3 bulan yang lalu dan dalam 1 minggu bisa 3 kali serangan berulang. Pasien nggak ada melakukan aktivitas fisik berat dan tidak batuk. Pasien juga merasakan jantung berdebar-debar (palpitasi), sulit tidur, mudah lelah, dan tak berdaya. Dia sering merasakan takut mati dan takut ditinggal suami. Keluhan ini mengganggu aktivitas nya sebagai IRT.

Nah, dari awal pemeriksaan hingga akhir dengan keluhan fisik pasien seperti itu, hanya didapatkan hasilnya masih DBN. Tapi tentu kita tidak bisa dipisahkan dengan jiwa. Kan tanda orang hidup itu ada jiwa dan raga yang menyatu, ya nggak? *jadi keinget akhiran lagu ‘Padamu Negeri’* Dengan kita menggali informasi lainnya, eeeeeeeh ternyata si pasien sering merasa ketakutan yang berlebihan karena sang suami sering tugas kerja keluar kota, ditambah si anak mau ujian nasional, trus tak pernah bersosialisasi dengan ibu-ibu/lingkungannya karena takut tidak diterima, dsb. So, dah mulai ada titik temu dan baru lah ditindaklanjuti lagi (dengan terapi/dukungan sosial/mengedukasi keluarga pasien/dsb).

Itulah fungsinya psikiatri dalam dunia kesehatan. :D Untuk mendeteksi yang tidak tampak, untuk menggali informasi yang dibutuhkan, dan pengarahan yang memulihkan kondisi pasien.

Lalu kenapa bisa ada keluhan sesak nafas, jantung berdebar-debar (palpitasi), sulit tidur, mudah lelah, dan tak berdaya, padahal nggak ada riwayat dahulu seperti alergi/riwayat keluarga nya serta tidak melakukan aktivitas fisik berat. Ini lah hebatnya ciptaan Sang Khalik yang Maha Pencipta. Dia telah menciptakan segala sesuatu sedemikian rupa agar apa? Agar manusia dapat terus berfikir dan bersyukur padaNya. Ternyata symptoms yang diadukan oleh pasien menjadi salah satu acuan bahwa ada hubungan antara keluhan dengan psikis nya. Karena kemungkinan si pasien mengalami cemas yang berlebihan dikarenakan rasa sakitnya tadi dan keluhan lainnya, maka didalam tubuh kita ada yang namanya reseptor alfa dan beta yang akan saling berkolaborasi. Karena cemas berlebihan -> reseptor beta menurun -> reseptor alfa meningkat -> menyebabkan bronchoconstrictor (penyempitan pada bronkus/paru-paru) terjadi sesak nafas -> lalu vasoconstrictor (penyempitan pembuluh darah) terjadi jantung berdebar-debar karena sistem di pembuluh darah menyempit -> cepat merasa lelah -> tak berdaya -> takut mati karena keluhannya sangat mengganggu.

Yeaaah, malah celoteh masalah skenario ini yak. Maap maap dan maap sekali. Semoga tersampaikan apa yang rasanya Cici ingin sampaikan. Maka dari itu, mari berfikir positif dan atur pola hidup yang sehat. :D

Nb: Cici pernah ngerasain hal ini. Sesak nafas nggak karuan. Padahal sebelumnya nggak pernah seperti ini. Riwayat keluarga juga nggak ada. Sampe 2 hari seperti ini. Nggak bisa bobok :( dsb. Sampe-sampe kebingungan lalu ke dokter. Katanya baik-baik aja. Lalu di nebulizer saja dengan derivat sambutamol. Alhamdulillah berkurang. Yang paling tak inget pesen dokter -> istirahat yang cukup dan jangan terlalu banyak pikiran. Eh, baru inget sekarang. Kalo kemarin itu lagi (sok-sok) sibuknya dengan tugas, hapalan, dan bla bla bla. *Haik*

Makanya lagu kebangsaan kita, "Indonesia Raya" karya WR Soepratman ada lirik:

Bangunlah jiwanya
Bangunlah badannya
Untuk Indonesia raya

Betul banget pak Soepratman! Bangun jiwa. Bangun raga. Agar menjadi merdeka... :D Salam Nusantara! :*

Wednesday, September 12, 2012

Kedokteran Jiwa


Oya, alhamdulillah sekarang udah masuk semester baru dengan semangat baru juga muda-mudahan yah... yap, sesuai dengan judul postingan kali ini, tentang Kedokteran Jiwa. Dulu, kalo ada bacaan kedokteran jiwa gitu, sukanya mikir yang enggak enggak. Contoh: terpikir orang gila. Awalnya, sebelum masuk blok 13 (kedokteran jiwa) ini, juga masih sempat mikir kayak dulu lagi... Mikirnya bakal ke RSJ (rumah sakit jiwa) mulu. Trus ketemu sama orang gila. Mari kita hapuskan pemikiran seperti itu, oke?

Kedokteran jiwa adalah salah satu cabang ilmu kedokteran yang mempelajari ilmu kejiwaan. Ilmu yang tidak tampak secara kasat mata dan mungkin tidak terdeteksi dengan pemeriksaan tertentu, eiiiiits tapi bukan juga ilmu ghaib lo ya... :D Ternyata gangguan jiwa bukan berarti orang gila saja. Gangguan jiwa itu punya tiga anak. Anak pertama: Neurotik -> for differencing  physic and psycis -> mereka ada gangguan jiwa tapi tidak menyadari bahkan orang lain tak bakalan tampak (kecuali dah belajar, hehehe *ntar kita coba pelajari dikit-dikit yaaaa*). Anak kedua: Psikotik -> nampak dengan mata kepala kita secara langsung -> anak kecil umur 2 tahun aja bisa tahu -> naaaah, ini nih yang biasa kita sebut dengan “orang gila” or “majnuun”. Anaka ketiga: Gangguan jiwa lainnya -> retardasi mental, dll.

Seseorang yang terkena gangguan neurotik (ringan) bisa saja terkena gangguan psikotik (berat) jika diabaikan dan tak diobati secara baik dan benar. Jujur, Cici baru tahu kalo orang yang stress itu sedang sakit jiwa nya. Orang depresi juga. Orang cemas juga. Orang panik juga. Orang fobia. Bahkan orang narsis juga termasuk. Hanya saja, semuanya tergantung dengan tingkat keparahan dan bagaimana cara mengatasinya. So, pesan Cici: Jangan suka mikirin sesuatu yang nggak penting bagi kita, jangan suka sedih yang bisa bikin kita semakin terpuruk, karena apa? Hati-hati karena bisa terkena sindrom (kumpulan gejala) dari gangguan jiwa. Eh eh eh, tunggu dulu... Terkadang dalam menjalani kehidupan, kita juga butuh gangguan-gangguan tersebut. Untuk apa? Agar kita bisa belajar dari apa yang udah kita alami. Agar kita bisa memetik hikmah dari Sang Khalik. Have a nice day, friends... \^_^/

InsyaAllah akan kita lanjutin lagi ya belajarnya... :D

Saturday, September 8, 2012

Kebun Ayah

Sebenarnya, kebun adalah mata pencaharian utama keluarga kami, Ayah maksudnya. Bukan berarti pekerjaan Ayah selama ini tidak menghasilkan apa-apa. Hanya saja, kebun ini sangat membantu tambahan penghasilan Ayah untuk menghidupi dan menyekolahkan kami. Sebelum berkebun-pun, Ayah juga bekerja sebagai petani. Sampe sekarang malah. Yah, sandang petani memang melekat di diri Ayah tercintah.

Nah, kenapa Cici panggil dengan sebutan “Ayah”? Bukan Papa? Ato Pipi? Ato Papi? Hahaha, mungkin lebih ke-enjoy-an manggil nya aja. Lagipula, dari kecil udah diajarin seperti itu. Lah, mau gimana lagi? Masa diubah sedemikian rupa saat aku sudah besar? Nggak mungkin lah ya... Bukan hanya karena itu, mungkin karena kondisi ekonomi kami juga kali yah (bener kata orang dulu, kalo panggilan ke Bapak nya pake “Ayah”: jajan 500 rupiah, pake “Papa”: jajan 2000 rupiah, pake “Papi”: jajan 5000 rupiah -> ini takaran waktu Cici masih kecil) *pastinya sekarang dah berubah ya?* Intinya ini bukan harga mutlak, sepertinya cuma buat lelucon aja. :D

Nah, sekarang Ibu. Cici panggil seorang Ibu dengan sebutan “Ibuk”. Ibuk bukan seorang pekerja atau kader seperti kebanyakan Ibu-Ibu jaman sekarang. Kenapa? Karena Ayah belum mengizinkan. Padahal ya, kalo ditelusuri, Ibuk pandai sekali dalam dunia jual-beli. Dagang. Semoga bakat Ibuk bisa di-ekspresi-kan secepatnya ya... Amin. Semangat Ibuk! :p

Kembali ke petani. Setamat SMA perintis, Ayah berkelana kesana kemari (antar daerah – antar provinsi) untuk mengikuti beberapa pelatihan/pembekalan buat kerja di suatu PT. di desa kami. Alhamdulillah, sampe sekarang ayah masih diberi kesempatan dan kepercayaan buat kerja disana. Thanks God :)

Sejak masuk di perusahaan tersebut, (sepertinya) Ayah mulai nabung. Ngomong-ngomong masalah nabung, Ibuk adalah wanita yang paling hebat dalam mengatur keuangan (menurutku). Yap, she can handle the money. Eh, berarti Ibuk ada kerjaan gitu. Jadi pegawai bank. Bank pribadi dirumah. Hahaha... Ayah dan Ibuk nabung sejak mereka mengenakan status “nikah”. Buat apa? Ya buat melanjutkan kehidupan laaaaah. So, ini lah dia hasil tabungan Ayah dan Ibuk, KEBUN. Alhamdulillah... Kata Ayah, investasi yang paling bagus itu adalah berkebun. Tapi harus fokus dan sungguh-sungguh. Jangan males. Karena mainannya fisik dan otak. Hehehe... *kayaknya kapan-kapan harus denger cerita Ayah yang lain nih*

Nah, sebelum balik lagi ke Jogja. Kemarin sempat lihat (cuma bisa lihat-lihat aja). Mau lihat (sedikit) foto-fotonya? Let’s check it out!

Ni, sebelum berangkat ke kebun. Si Oga and Apip enggak ikut. Cuma Cici, Obby, Ayah, sama Ibuk aja.

Robby as my second brother
It is me :p
My lovely Mommy :D
Eh eh (mau nyelip dikit), ada yang tak sukain dari kamera yang tak pake, bisa nge-zoom ampe jauuuuuh banget. Ni contoh nye... Love my little camera :D

Without zooming
With zoom, yeaaaay!
Ini dia foto yang kejepret. Maap ya goyang banget, coz area nya itu lo, agak tinggi so banyak anginnya. Ekstrim banget. Kayak mau pergi ke pelosok manaaaaa gitu. FYI, ni kebun jauh banget dari jalan utama. :(



Ada yang lagi kerja di kebun tetangga
Agak goyang ya, anginnya kenceeeeng banget...
Obby n pak Ngaliman yang jaga kebun kami
Ni waktu dijalan menuju ke spot
Narsis sedikit dengan Peace... :p
Maap ya, nggak jelas apa yang ditanam di kebun Ayah ini. Coz baru ditanam. Jadi masih cetek-cetek. Doain cepet besar dan banyak buahnya yak,,, Semangat Ayah Ibuk, moga tambah sukses! We love you so much.

Wednesday, September 5, 2012

Liebster Award 2

Tuing-tuing, bener deh, sebelumnya Cici belum pernah dapet yang namanya Award. Eh, beberapa hari yang lalu, ada 2 orang yang ngelempar Liebster Award ini ke Cici (tanggal 1 and tanggal 2 nya). Kaget banget. Hahaha, secara... Kan masih belajar ngeblog. *udah 2 tahun, masih belajar mulu* :D

Award ini dilempar ke Cici dari mb Meta. Tau kan, siapa beliau? Ya, monggo deh berkunjung ke blog nya. Ato beli buku nya, udah ada 2 lho. Ato mau singgah langsung menemuinya? Bisa banget, tinggal ke Surabaya ato kalo enggak ke RSUD dr. Soetomo, insyaallah beliau ada disana lebih detailnya di poli anak. Hehehe, sok tau banget aku kayaknya, emangnya Cici asisten nya? Hahaha, kalo diajakin, mau banget jadi asisten mb Meta. :D

Ini dia penampakan Award nya


Seperti biasa, ada beberapa poin yang harus diketahui:
  • Tiap yang dapet Tag harus menulis 11 hal tentang dirinya, whatever pokoknya. Mau curhat, boleh. Mau ceritain hal unik tentang dirinya, boleh. Yang aneh-aneh, apalagi! Boleh banget.
  • Trus jawab 11 pertanyaan dari penge-Tag.
  • Bagikan Award ini ke 11 orang lainnya dengan link-kan mereka dalam postingan.
  • Buat 11 pertanyaan baru untuk 11 orang yang di-Tag tersebut.
  • Sampein ke mereka kalo mereka dapatin Award ini.
  • Nggak perlu nge-Tag balik, biarkan ia berkembang dan tumbuh menjadi tali silaturrahmi. :D Mmmmm, yang udah kena beberapa kali, maap ya itu semua diluar sepengetahuan Cici. :p


Mari kita kerjakan PR ini:

Nomer satu: 11 hal tentang Cici (lama-lama bisa kebuka semua coki nya nih, hahaha)
  1. Siapa ya, yang mau ngasih tiket buat Cici ke luar negeri? Halah, itu pertanyaan yang mungkin tak ada yang bisa jawab kecuali kuasa Tuhan, *ya iyalaaaah. Cici sih nggak muluk-muluk banget mau ke luar negeri sebagai delegasi Indonesia atau kegiatan lainnya yang butuh ketangkasan otak. Pergi nginjakin kaki aja, cukup deh. Dulu sempat lo ada niat mau ke pulau Kalimantan trus pergi ke perbatasan negara Indonesia dengan Malaysia. Lalu bisa keluar masuk antarnegara gitu. Eh, tapi itu waktu kecil dulu. Sekarang mah enggak lagi. Udah sempat kepikir sih mau kesana mau kesitu, tapi apalah daya. Kalo ngandalin otak buat dapetin beasiswa ke luar negeri, kayaknya tak mampu dicapai. Lalu dengan apa? Antah lah. Coba ada cowok yang seganteng Maher Zain mau sama Cici, pasti dah sering banget bolak balik dari dan ke Indonesia. Mari kita bermimpi, Ci... *hoaaaaam, jadi ngantuk!*
  2. Suka banget sama suara ayam berkokok di pagi hari.
  3. Pengen banget ntar insyaallah ngabdi ke daerah timur Indonesia. Papua apalagi. So, persiapkan mental dari sekarang dan pengetahuan sebanyaknya. Dan yang paling utama, open minded. Semoga bisa kesana dulu. Amin...
  4. Selalu berdoa supaya bisa kerja part time. Cuma belum kewujud, mungkin kurang kerja keras L. Makanya Cici salut banget dah sama mb Meta. *peyuk peyuk*_*pok pok*
  5. Masih ada cita-cita buat kuliah di Unair. Hope, asap.
  6. Nggak suka sama orang yang munafik. Kalo di depan berbaik2, di belakang nyayat2 hati.
  7. Lebih suka sama orang sok g paham (asal nggak jayus) daripada sok ngerti (ceke pula).
  8. Sekarang, ingin sekali menulis diary lagi seperti dahulu kala waktu umur belasan tahun.
  9. Takut banget sama yang namanya “tagamang”. Mmmm, tau nggak tagamang? Itu bahasa daerah Cici sih.
  10. Pengen naik hot air baloon. Ke turki, maksudnya. :D
  11. Ada cita-cita mau bikin perpustakaan kecil kalo dah balik ke kampung nanti. Doain ya, semoga koleksi buku nya bisa dicicil dari sekarang dan pastinya dana operasinalnya.


Nomer dua: jawaban dari pertanyaan mb Meta
  1. Cita-cita terpendam kamu apa? -> Bisa exchange ke Turki, internship ke India, sama kuliah di Unair. Yaaaaah, nggak terpendam lagi deh. Dan muncul di permukaan. Nggak apa deh. Doain yak!
  2. Selebriti yang paling menginspirasi kamu siapa sih? Kenapa? -> Maher Zain. Karena dia ganteng. Loh? Nggak ding. Karena senyumnya itu lo, bikin hati meleleh. Banyak banget arti dari senyum seorang Maher. Cuit cuit!
  3. Film yang terakhir kamu tonton apa? Bagus engga menurut kamu? -> College Road Trip. Duuuuuh, bagus banget. Pengen banget orang tua percaya pada apa keputusan kita dan apa yang kita kerjakan. Tapi si anak musti tau juga mana yang baik dan buruk sebelum minta kepercayaan mereka. *curhat ni, ceritanyeeee*
  4. Kalo lagi blogwalking, biasanya kamu tertarik sama tulisan tentang apa sih? -> Tentang pengalaman sehari-hari yang gaya bahasanya enak, nggak alay dan lebay tampilannya. Suka juga sama tulisan yang berbau jalan-jalan.
  5. Pilih mana? McD atau KFC? -> Hm, enggak dua-dua nya. Selain nggak sehat, price nya itu loh nggak kuat dikantong. Cuma kalo disuruh milih juga, McD aja deh. Masih ada yang murah dan terlihat sehat.
  6. Kamu lagi suka dengerin lagu apa sekarang? -> The best day, Taylor Swift.
  7. Sebutin 3 benda yang engga boleh ketinggalan kamu bawa? -> Pastinya pakaian yang dikenakan. Lainnya tergantung. Kalo ke kampus: kaca mata, tas, alat tulis. Kalo di rumah aja: apa yaaa... Kalo jalan-jalan: hp, tas kecil, (dan tergantung jalan kemana). Pokoknya depending banget sama kegiatan nya.
  8. Buku yang terakhir kamu baca apa? Menurut kamu gimana? -> Novel Segitiga. Ceritanya singkat dan alur nya enak. Yah, ringan deh bahasanya ntu novel. Jadi, asyik buat menemani Cici dalam kesendirian. *haik*
  9. Apa sih hal terakhir yang bikin kamu menyesal? -> Udah berbaik-baik dengan seseorang, tau nya hati nya licik banget. Stop, never care with you again!
  10. Kalo kamu cuma punya 1 kesempatan buat minta maaf, bakal minta maaf ke siapa dan kenapa? -> Ke Tuhan aja deh. Karena dosa udah numpuk banget. :3
  11. Sering main ke blog Meta engga? Menurut kamu gimana? Ada saran? -> Sering buanget! Ngefans deh sama blognya emmbak. Bukan blog nya, tapi tulisannya. Bukan tulisannya aja, sama orangnya juga. Hehehe...


Nomer tiga: pertanyaan dari Cici
  1. Suka makan pisang nggak? Kenapa iya/g?
  2. Kalo diajakin jalan di daerah Indonesia, maunya kemana?
  3. Dalam sehari semalam, perkerjaan apa yang paling lama dikerjakan dan paling sebentar dikerjakan?
  4. Kalo lihat pengemis cacat di pinggir jalan, apa yang bakal dilakuin ato bagaimana perasaannya?
  5. Pilih rambut keriting ato rambut lurus? Alasannya?
  6. Bagaimana pendapatnya tentang kendaraan yang membuat polusi (asap)?
  7. Kalo lagi jalan-jalan, yang sering dilakukan adalah?
  8. Pengen ke luar negeri nggak? Kemana? Kenapa?
  9. Pernah nggak merasa bahagia yang teramat sangat? Kapan?
  10. Bagaimana pendapat nya tentang negara Indonesia tercintah ini sekarang?
  11. Pilih air putih ato minuman yang lain? Why?


Nomer terakhir: nge-Tag award ini ke 11 orang nya adalah ->

  1. Kak Ainun
  2. Mas Ihwan
  3. Ocha
  4. Zach
  5. Aul
  6. Popi
  7. Mimi RaDiAl
  8. Mama Cal-Vin
  9. Elfarida
  10. Mas Andy
  11. Yudhistira

Selamat Mengerjakan Pe-Er ya... Ditunggu tugasnya, di meja guru yak! *hahaha*

Liebster Award 1

Ok, just FYI... This is my first award that has given by Gia. Yeeeeay, Liebster Award. Udah sering banget kelihatan bacaan “Liebster Award “ kalo lagi blogwalking-an. Eh, tau nya aku juga kebagian PR ini. Thanks before ya... Awalnya nggak mudheng banget, apa yang dimaksud dengan award-award-an ini. Jadi inget, dulu juga bingung sama yag namanya “GiveAway”. Pokoknya buanyak deh istilah baru yang tak dapetin waktu mulai belajar ngeblog sampe sekarang.

Dari tanggal 1 kemarin, udah kebelet banget pengen ngerjain ni PR. Padahal biasanya, yang namanya homework (ceileeee, sok ngenglish pula) dikerjain waktu akhir DL. Hiks, menyedihkan ya... Tapi kayaknya Pe-Er yang satu ini menarik. So excited to complete it.

Eits, sebelum mulai, ada beberapa poin penting nih:
  • Tiap yang dapet Tag harus menulis 11 hal tentang dirinya, whatever pokoknya.
  • Trus jawab 11 pertanyaan dari penge-Tag.
  • Bagikan Award ini ke 11 orang lainnya dengan link-kan mereka dalam postingan.
  • Buat 11 pertanyaan baru untuk 11 orang yang di-Tag tersebut.
  • Sampein ke mereka kalo mereka dapatin Award ini.
  • Nggak perlu nge-Tag balik, biarkan ia berkembang dan tumbuh menjadi tali silaturrahmi. :D


Let me begin, ok? Bismillah...

11 things about me

  1. Fans nya “MONYET”. Sampe-sampe pengen tau nama lain dari binatang satu ini ke siapa aja yang bahasa nya beda dengan bahasa kampung ku. It is like so weird, but I am full of coriousities of that word.
  2. Sangat hobi “KENTUT”, eh buka coki. FYI, tapi waktu masih mondok dulu, suka ngentutin kawan-lawan yang lagi bikin majelis pergunjingan guru asrama atau hal lainnya. So, mau nggak mau mereka harus bubaran. Hak hak hak... Maap ya teman-teman. :*
  3. Selalu ingin menghindari “CABE” karena alasan operasional digestif. Tapi masih belum bisa sampe sekarang mewujudkannya. Mungkin aku sudah ditakdirkan menjadi “kutu cabe” yak? *entahlah*
  4. Kalo lagi telponan di kamar dan pastinya sendirian, selalu pake “LOUDSPEAKER”. Bukan karena menghindari radiasi ato biar g budeg ato apalah yang berdasarkan teori (itu), biar hape nya nggak basah gegara keringat yang terjepit antara si hape dengan daerah sekeliling telinga. Kan hape nya bisa rusak. Hehehe, kok malah mikirin hape nya yak?
  5. Suka “RENANG” walopun nggak bisa berenang. Jadi ngawang-ngawang aja deh. Sok-sok mengulurkan tangan dengan gerakan kepala keatas kebawah dan kaki jebar-jebyuuuuur, padahal renang nya di kolah 1 meter doang. Untung ada kaki buat ngeraba dasar nya, kalo nggak? Ya mana berani. Hahaha...
  6. Pecinta “ALAM”. Tapi nggak ikut MaPaLa.
  7. Suka pake “JEPIT RAMBUT” daripada ikat rambut. Nggak tau nih, alasannya apa. Aku juga kadang bingung. Sugesti aja kali ya?
  8. Seneng ngoleksi apa aja selagi terjangkau, “KOLEKTOR IRIT”. Pakaian dalam kek. Handuk kek. Kertas kek. Surat kek. Foto kek. Pemberian orang kek. Sampe-sampe sabun almarhumah nenek tercinta. Hm, tapi baru habis tak pake, jadi nggak ada lagi. L
  9. Suka “TEMPEL” sesuatu di dinding. Nggak semua benda sih. Dan nggak stiker. Lalu apa? Lihat aja dikamar ku. :p
  10. Doyan gunain “TESTER” yang ada di display-display, selagi halal.
  11. Pengen banget mendaki gunung “SEMERU”, sering keliatan dari kereta api kalo lagi perjalanan menuju Surabaya.


Mari jawab pertanyaannya si Gia

  1. Arti nama kamu apa ya? -> Jujur, sampe sekarang Cici belum jelas apa arti dari nama Cici sendiri. Cici Pratama. Kalo ‘Pratama’ nya aja, artinya anak pertama. Ya udah, berarti Cici adalah anak pertama. Yap, I am first child of my parents. Gitu deh kayaknya. :p
  2. Pilih dong, kertas lecek gak ada coretan atau kertas mulus tapi banyak coretannya? -> Wah, pilihan yang berat nih. Kalo disuruh milih, aku bakal milih “kertas mulus tapi banyak coretan”. Biar segala sesuatunya berguna. Kan kertas fungsi biasanya buat nyorat-nyoret. Waaaah, apa lagi kalo punya niat salah seperti ini: kalo banyak coretan kan, biasanya di bilangin rajin. Tapi pertanyaan nya, rajin kah saya? Eits, nggak perlu dijawab, biar aku aja yang tau. Tapi kalo disuruh nggak milih, aku lebih suka “kertas lecek dan banyak coretan”. :D
  3. Suka Fisika gak? -> Gaswat ini. Beneran deh, takut banget yang namanya Fisika. Walaupun ada MTK yang lebih menakutkan. So, gimana ya kesimpulannya? Insyaallah, cici suka Fisika tapi hanya dibeberapa judul/subjudul. Nggak parah-parah amat kan? :b
  4. Kalau jadi MaBa, di-ospek-insama kakak galak, perasaan mu gimana sih? -> Hm, maap ya Gia. Kemarin aku tak ada ikut ospek yang sebenar-benarnya ospek. Karena masuk ke Universitas nya di gelombang ke-tiga. Kami, yang tes di gelombang ke-tiga hanya ikut ospek susulan, itu pun cuma mentoring n pidato2an aja. Kalo pun ada, dalam bayangan aku sih, paling cuma diem aja dan paling tidak kaget waktu mereka mulai bentak.
  5. Mandi berapa kali sehari? Suka sisiran gak? Luluran mungkin? -> 1 atau 2 kali saja. Tak banyak lah. Yang penting ada mandinya. :p Suka sisiran sih enggak, seperlunya ajah. Nah, kalo luluran ada jadwalnya. Minimal sekali seminggu. Hehehehe...
  6. Pilih normal, different, atau out of the box? -> Normal aja deh.
  7. Jika kamu terlahir jadi binatang, kamu ingin menjadi binatang apa? -> Pengen jadi “QIRDUN” (Bahasa Arab). Alias monkey (Bahasa Inggris). Alias monyet (Bahasa Indonesia). Alias maymun (bahasa Turkey). Karena lincah dan pintar. Eh, pintarnya apa ya si monyet tuh? *tuing*
  8. Arti sahabat menurut kamu apa? -> Mmmmmmm... Apa ya? Orang yang paling dekat dihati. :D
  9. Kenal sama pangeran gak? -> Ya mana aku tau. Pangeran sapa dulu. Kalo pangeran dihati mu, tak tau lah aku *pake logat Medan*. Tapi kalo pangeran ku, cukuplah Tuhan yang tau. *lebay bay bay*
  10. Suka yang mana? Sinetron, talkshow, komedi, berita, drama asia, FTV, film bioskop, film tivi? -> Ada 4. Talkshow yang nggak bosenin dan menginspirasi. Komedi yang nggak garing tapi malah bikin sak piiiiiii. Berita tentang kuliner ato jalan-jalan. Film bioskop yang sciencefiction, laga, petualangan.
  11. Kamu paling suka nge-post apa di blog? Menurut kamu blog itu apa sih? Blog nya Gia gimana? -> Ini bukan 11 pertanyaan tapi 13. Hehehe, tak ape lah.singkat je yeeee... Suka nge-post apa aja asal senang. Blog itu media. Blog si Gia rame dan anak nya narsis -> tapi aku suka blog yang banyak fotonya. Jadi real real gimana gitchu... hak hak hak...


11 teman Blogger yang dapat Continuing Award and make homework are:

  1. Bunda Niar
  2. Pakdhe Cholik
  3. Mas Asep
  4. Adam
  5. Triando
  6. Muarra
  7. Mas Affan
  8. Diyan
  9. Yudha
  10. Aming
  11. Acik


Ini nih, PR yang harus dikerjakan:

  1. Nama lengkap siapa? Asal dari mana? Aktifitas sekarang?
  2. Suka monyet atau enggak? Alasannya?
  3. Apa pelajaran di sekolah (dulu) yang paling ditakuti? Alasannya?
  4. Diplih ya, dengan alasan nya... Nokia/BB/Android? Laptop/Komputer? Kamera SLR/kamera pocket?
  5. Apa pendapat nya tentang seorang dokter?
  6. Suka baca buku nggak? Alasannya?
  7. Suka buat kerajinan tangan / kreatifitas lainnya nggak? Kalo iya, apa?
  8. Kira-kira kalo sudah ber-suami/istri itu susah tidak?
  9. Apa kebiasaan unik/aneh yang nggak bisa ditinggalkan?
  10. Cita-cita terpendamnya apa?
  11. Sarannya dong, buat Cici... Apa ja boleh :D

Right, this is the Liebster Award. Take home ya...