Monday, August 27, 2012

Pulang Ke Rahimmu


Senyummu adalah garis kebahagiaan,
aku bisa tertular seburuk apapun hariku saat itu
Tawamu adalah guntur yang di tunggu-tunggu di musim kemarau,
mengundang hujan yang mengikis keringnya jiwa
Kasihmu yang tak pernah gagal
membuat seisi rumah bersih dari kemuraman
Ada saja kisah lucu yang kau ceritakan,
mengisi waktu ketika malam menjelang

Hidup seorang dewasa ternyata melelahkan,
raga dan semua yang dapat ku rasa
Hanya suaramu yang mampu menjadi obat segala
Ah, andai aku bisa pulang kembali ke rahimmu, Ibu…
Tempat aku bisa bergerak sekuka hati
Tak perlu resah dengan urusan dunia yang membingungkan
yang tanpa ujung dan tujuan yang cukup ku percaya

Ibu, bisakah engkau lebihkan doa untukku?
Meski ku tahu yang telah kau curahkan sudah tak bisa dilogikakan

Menyerah…
Kata ini seperti kegelapan dalam duniamu
Tapi aku sungguh lelah

“Pulang saja sebantar, Nak”

Kau menyambutku, tetap dengan senyum itu
Seketika hatiku luluh
Lututku lemas tak mampu ku tahan
Aku kini berada di lingkaran pelukmu
Aku aman….
Aku sudah ada di rahimmu kini

By: Geo

No comments:

Post a Comment