Thursday, August 9, 2012

Pecel + Lele = Lele Goreng, Loh?

Ngomong-ngomong masalah lele, Mau tanya nih sama Kalian semua... Kalo Kalian disuruh milih lauk antara ayam dan lele, pilih yang mana? Menurut buku “Ting-ting Sutarming”, kebanyakan orang memilih lauk ayam. Kenapa? Satu, karena dangingnya banyak. Dua, terlihat makanan mewah *apalagi kalo sudah beli fastfood atau junkfood dan semacamnya itu*. Tiga, lebih enak lagi kalo dibayarin -) idih-idih, sapa juga yang tak suka di traktir (Kadang, demi gratisan, orang rela jungkir balik kalo dikasih perintah, orang rela desak-desakkan *kayak 1000 kambing masuk dalam kandangnya dengan 1 pintu*, orang rela deh ngelakuin apa aja *apalagi buat makan*).

Dan lele? Lele merupakan hewan yang ber-curriculum vitae sebagai berikut: Kingdom; Animalia. Filum; Chordata. Kelas; Actinopterygii. Ordo; Siluriformes. Famili; Clariidae. Genus; Clarias batrachus. Lele hidupnya di air tawar dengan tubuh yang licin-licin gimana gitu dan ada kumis *tapi bukan kayak kumis pak Raden lo ya, kumisnya ada dua dikiri dan kanan serta panjang*. Kebanyakan orang pada benci sama lele. Nggak tau sih, apa alasan mereka. Tapi biasanya, ya seperti itu. Jijiklah. Menyeramkanlah. Wooooi! Sadar! Ini tu makanan, ya pasti sudah ko’id, trus apa yang diseramin?

Selang belajar tentang lele, sebenarnya Aku sudah kenal sam lele sejak Ibuk ku memasakkan lele dirumah *nggak penting banget!*. Kalo lele ditempatku, pada besar-besar *nggak nyampe sebesar ikan hiu lah, apalagi ikan paus*. Lebih dikenal dengan lele jumbo/dumbo ya? Aku pun tak tau. Nah, waktu itu ada acara nikahan keluarga di Lampung, Kami kebetulan dari Bengkulu rame banget, jadi Kami bawa 2 mobil *eh, lebih tepatnya 2 mobil yang bawain Kami*.

Setelah melaksanakan kewajiban menghadiri undangan di Lampung. Kami melakukan kesunahan jalan-jalan ke Jakarta. Kan jaraknya dekat antara Lampung-Jakarta. Tak menyangka, ternyata sewaktu ingin menyeberang dari pelabuhan Bangkahuni ke pelabuhan Merak, ngantrinya nggak ketulungan.

Setelah menginjakkan kaki *roda mobil* ke pulau jawa, tibalah saat nya untuk mengisi bensin mobil dan mengisi makan perut. Perjalanan yang melelahkan tubuh dan menyenangkan hati ini disabut berbagai jenis kuliner khas nusantara. Yeeeeyyy! Waktu makan adalah waktu yang kutunggu-tunggu sejak di kapal tadi, bukan saat ini aja. Tapi selamanya *ya iya lah, kan manusia butuh makan*.

Saking beranekaragamnya makanan khas negeri tercintah ini, Aku sangat tertarik dengan menu “PECEL LELE”. Unik sepertinya... Emang ada pecel + lele? Jujur, kalo ditempatku nggak ada menu kayak gini. Di Jawa, makanannya unik-unik ya. Dalam hatiku.

Sewaktu makanan diantarin ke meja kami, Ku lihat hanya ada lele goreng yang diberi sambal dan lalapan. 

Lalu Aku bertanya pada pelayan, “Mas, Aku tadi pesan pecel lele, bukan lele goreng...”

Si mas kebingungan, lalu balik bertanya, “Maksudnya, mbak?

“Aku kan pesan pecel lele, bukan lele goreng!” ulangku dengan nada tinggi tapi lembut.

“Yaaaa ini pecel lele mbak...,” jawabnya.

Tiba-tiba semua orang di tempat makan itu melihat dan cekikikan sambil melihat adegan Kami barusan.

“Oh, iya Mas. Makasih.” Lanjutku dengan nada lebih kebingungan.

Oh Tuhan, ternyata bentuk makanan yang disajikan berbeda dengan apa yang kubayangkan. Inilah uniknya Indonesia. Aku merasa malu sudah sedikit mengeras pada pelayan tadi. Padahal yang lebih tau menu nya kan dia. Maap Mas... :D “peace

2 comments: