Friday, July 20, 2012

Kenapa Harus Aku?

Kalo lagi ngobrol sama teman-teman waktu di Pondok Pesantren dulu. Suka nya bicarain yang aneh-aneh. Mulai dari kami lahir bahkan sanak saudara kami masing-masing. Itulah parahnya dan enaknya jadi anak ponpes. Eh, taunya pas dah masuk dunia perkuliahan, masiiih aja sama yang dibicarain. Salah satunya, tentang mitos-mitos aneh yang ada dalam keluarga. Katanya, anak kedua itu anak yang bandel dan nakal. Katanya, anak ketiga dan selanjutnya bakal baik. Katanya, anak pertama itu anak percobaan (Astaghfirullah... Maksud el? Emangnya kelinci percobaan?).

Tak terhindar pula dari mitos-mitos ato kepercayaan turun-temurun ini benar adanya. Buktinya? Perkenalkan terlebih dahulu ya? Aku adalah anak perempuan pertamax (dari ayah dah ibuk ku, pastinya -> bukan kelinci percobaan) dan punya 3 adik laki-laki semua. Hm, kata ibuk, dari ke empat anak-anaknya ini, punya ke-khas-an masing-masing. Ya iya lah! Masa ya iya dong? Nah, adik dibawah ku (which means anak kedua) bisa dibilang rada bandel diantara kami semua. Ini menurut poling keluarga setempat. Hahaha...

Adik ku yang kedua (which means anak ketiga) ini orang nya sangat santaaaaaai buangets. Orangnya emang santai, tapi tepat waktu. Bukan santai sih, lebih tepatnya tenang. Bawaanya tenang, teratur, damai, aman, dan sejahtera. Mungkin ini yang menyebabkan badannya ikutan gendut kayak kakak nya. *buka coki*

Adik ku yang ketiga (which means anak keempat), kebetulan masih bayi. Hehehe, jarak nya dengan aku aja 19 tahun, but I am really happy he is here with us now! Kalo yang ini, kata ibuk sih, manja banget. Instingnya sama bunda tercinta masih sangat kuat. Kalo lagi bobok trus ditinggalin sama ibuk sebentar aja (baru mau beranjak sedikit), langsung bangun dan minta mimik. Walah-walah... Namanya aja dedek bayi :D

Sekarang giliran aku. As you know, I am the only daughter of my parents. Sebagai anak pertama, rasanya nggak enak banget kalo tak ada aturan main selama hidup (bukan main-mainan lo ya?). Selain dapat peringatan dari orang tua kalo jadi anak pertama harus bisa jadi contoh buat adik-adiknya, peringatan lain juga banyak aku dapetin sejak aku dicap jadi anak pertama (waktu adik dibawahku lahir) sampe sekarang. Macem-macem deh, pokoknya! Mulai dari pakaian -> pakaian kakak harus selalu rapi dan sopan supaya adik-adik bisa nyontoh. Lanjut ke kamar -> karena anak pertama plus jadi anak perempuan ayah-ibuk satu satu nya, mau nggak mau yang namanya kamar wajib bersih dan sehat sentosa. Lalu ke rumah -> anak pertama harus bisa ngajarin adik-adiknya untuk bertanggungjawab terhadap kebersihan dan kerapian pada lingkungan sekitarnya. Trus ke belajar -> kakak harus rajin belajar, dengan alasan, lagi lagi supaya adik bisa mencontoh kakak nya. Lalu tentang sekolah dan prestasi -> katanya, anak pertama itu adalah cerminan nyata buat adik-adiknya kelak, which other means, kalo kakak gagal -> adik jadi bangsal (eh, ini lebay nya aja... :p). Terakhir, tentang masa depan dan masa yang akan datang pun anak pertama sebagai pengharapan orang tua. Jadi, kalo jadi anak pertama dengan adik yang cukup banyak (dalam bahasa Arab, jika > 3), pandai-pandailah berbenah diri, memperbaiki diri, memberanikan diri, dan sadarkan diri supaya bisa menjadi contoh, bukan buat adik-adik dan keluarga semata, tapi buat masyarakat. Sepertinya orang tua ku nggak terlalu maksain aku dan nggak ada peraturan secara tulisan dan disahkan oleh Mentri Perlindungan dan Pemberdayaan Anak, hanya ketentuan/aturan lisan saja. Karena aku yakin, orang tua ingin anak nya menjadi anak yang baik.

Semakin aku tumbuh besar dan menjadi dewasa, tak lagi celotehan tersebut ku dengar. Aku juga nggak tau, ini pertanda baik ato buruk. Apa saking banyaknya yang kuabaikan atau karena aku sudah besar? Ntah lah, yang pasti, jadi anak pertama itu menyenangkan. :D Kenapa harus aku jadi anak pertama? Karena Allah percaya pada ku (baca: kita, bagi anak sulung). Dan semoga kepercayaan ini bisa kita jaga bersama.

Salam Sulung!


“Tulisan ini diikutsertakan pada Hajatan Anak Pertama yang diadakan oleh Sulung Lahitani

8 comments:

  1. cuma mitos aja kali ya :) justru adikku yg kedua berarti anak ke3 yang agak bandel hehehe

    ReplyDelete
  2. hehehe... Iya bun. Biasalah. Kan itu hanya dr mulut ke mulut. Kebenarannya blm tau juga deh. Hehehe, g mutlak deh pokok nya... Everything depends on... :D

    ReplyDelete
  3. Nice piece of work :) Sebagai anak pertama dan juga satu2nya anank perempuan sekaligus tertua pula, kita senasib sekalleeee... :D

    But I'm proud to be the eldest child. Alhamdulillah ga pernah diajarin jadi manja yang ga tau diri. Semakin tua emang semakin jarang celotehan ortu, tp rasa kakak itu dikarenakan kita (insyallah) sudah mulai terlihat dewasa :)

    ReplyDelete
  4. wah, kita sama sama sebagai anak sulung.. :)
    tapi bedanya sala lelaki tulen.. :D

    ReplyDelete
  5. ainun: yups kita emang jodoh ya kak... sehati *apa hubungannya, coba*

    hu uh, I am proud being me, being eldest chil too. emang sih, semakin besar, celotehnya pun ikut pudar. mungkin inilah tahap nya! the process! kan waktu kecil udah di tumpukin semuanya. :D

    ReplyDelete
  6. SS-STDSR: waaah, ternyata banyak juga ya yang jadi anak sulung. berarti kita serupa tapi tak sama. :D

    ReplyDelete