Sunday, July 29, 2012

Peace! :p

Selain narsis, biasanya gaya orang berfoto pun juga bermacam-macam. Singkat cerita, dulu waktu aku masih mondok di pesantren, kalo diajakin teman-teman buat foto, alangkah pemalunya diriku *ini muji diri sendiri, opo ngece kui! tak sepak ntar*

Memang, dikeluargaku yang namanya foto-foto sangat jarang dilaksanakan. Misal nih ya, aku berkunjung ke rumah teman, trus ngeliatin foto keluarga mereka. Dengan ukuran entah berapa "R", saking gede nya. Ntar tak tanya, itu foto nya dimana? Di studio laaaah, jawabnya. Muka mereka mulus-mulus semua rek! Errr, mungkin sempat perawatan wajah sebelum foto keluarga nya dilaksanain.

Iri. Kadang iya sih. Tapi ya nggak gitu-gitu amatlah. Ntar suatu saat pasti ada foto kami sekeluarga, bisik hati ku. But when? I don't think too much.

Mungkin dari sana ya, aku kurang bisa bergaya kalo foto. Senyum pun kadang mereng sebelah. Mata kadang ngedip kayak cacat sejak lahir aja. Jadi rada malu gitu kalo diajak foto, maksudnya takut ekspresinya kacau *kan bisa brabe ntar*.

Balik ke gaya foto. Sebenarnya foto itu nggak usah muluk-muluk pake gaya ini itu lah ya. Simple aja. Tinggal diam sebentar ato bergerak sedikit, trus tinggal dijepret. Selesai deh. Ini versi aku sih. Bukan bermaksud menjadi orang yang simpel ato apa. Cuma kadang beberapa orang emang nggak nahan banget sama bakat terpendamnya menjadi model, jadi saat itulah ia meluapkannya.

Tapi, demi hasil yang memuaskan, kadang orang bisa merubah muka yang biasa-biasa aja menjadi cantik, tampan, cool, manis, menurut versi mereka. Inilah manusia. Kadang lucu. Misal, menurutku mukanya itu sudah imut, eh pas di foto bibirnya kemana-mana. Pokoknya bisa di setting deh. Kalo mau makin unyu, bibirnya bisa maju dan sedikit mengerucut dengan mata sedikit disipit-sipitkan.  Yah, pas aku lihat hasil fotonya, kok imutnya tu orang jadi hilang yak? Aneh, tapi nyata.

Ada lagi cara foto nya yang suka ngadep ke samping melulu. Mungkin biar nampak mancungnya. Ato apa ya? Jangan-jangan ini herediter. Keturunan kali yah. Ada juga yang kalo di foto, kepalanya nunduk senunduk-nunduknya sampe-sampe rambut aja yang masuk kamera. Lain lagi yang suka pake kacamata, biar terlihat lebih jenius dan pastinya imut lagi, unyu-unyu sak karep mu wae.

Emmm, apalagi yah? O, iya. Ada juga yang meng"imut"kan wajah dengan senyum selebar antah barantah sampe kadang aku ilfil sendiri. Nggak biasa banget. Mungkin inilah bagian dari narsis. Anaknya narsis. Tapi narsis itu boleh juga kok. Kadang dengan kenarsisan, ada juga cowok/cewek yang suka sama pasangan yang begitu. Kan bisa jadi rahmat juga. Dengan syarat, jaga hati. Hehehe *sok lu ci!*

Sebenarnya aku cuma mau kasih liatin foto adek ku yang cowok, emangnya aku punya adek cewek :p. Dia itu yah, kalo foto seriiiiiing banget menge"peace" sama kamera. Untung nya ini nggak keturunan, kalo iya, aku juga kena deh. Sukaaaaa banget "peace". Mungkin dia suka perdamaian kali. Bagus lah kalo beg beg itu itu. Mari kita lihat contohnya berikut ini:


Ini dibeda situasi/waktu:







Ini diwaktu yang bersama-samaan *foto narsis*:





Eh, ini ibukku malah ikut-ikutan, PEACE apip...


NICE PEACE, HUH?

Sunday, July 22, 2012

Coretan Hati

Meski ku ungkapkan hanya untuk diriku sendiri. Namun cukuplah bagiku bahwa yang benar itu benar, yang salah itu salah, yang baik itu baik, dan yang buruk itu buruk untuk dimengerti dan diketahui.

Sebelum aku mencintai seseorang, terlebih dahulu aku menyayanginya. Adalah suatu kebaikan jika tidak menyalahkan diri sendiri. Sesungguhnya sesuatu yang datang dan pergi bukan milik kita, namun terlalu patut untuk ditanggapi secara baik, agar hati tetap menjadi baik. Sebab yang dikatakan hidup dalam beragama, hanya untuk mencapai kebaikan yang sebaik-baiknya.

Tapi jangan paksakan orang untuk berbuat baik, sebab hati bukan untuk dipaksa. Aku mengerti bahwa hatimu baik padaku, namun belum cukup untuk dikatakan jujur. Karena itulah, maka janjimu belum dapat untuk diyakini.

Minggu, 11 November 1990

Jangan Sesali Apa yang Terjadi

Ternyata jurang yang memisahkan kita
Ku tambah lebah dan curam
Tapi cintaku tak kan pernah padam
Seperti disaat cintaku bersemi
Bahkan makin dalam dan tak bertepi


Angin berhembus dengan semilirnya
Mendesak dedaunan
Bunga yang mekar bergoyang-goyang
Kapankah kumbang datang menghisap madu darinya
Lalu dibelai dengan tiupan sayup yang lembut
Agar bunga tidak terkulai layu


Minggu, 18 November 1990


Kesederhanaan Akhlak

Perasaan memerlukan hiasan
Otak memerlukan fantasi
Nilai memerlukan kelembutan
Sikap memerlukan kehalusan
Disanalah akhlak yang indah


Akhlak adalah kecantikan
Akhlak adalah budi pekerti
Akhlak adalah kedamaian
Yang terletak antara lahir dan bathin
Yang mencerminkan suatu kesederhanaan


Minggu, 25 November 1990



Warna Langit

Mendung itu tak selamanya kelabu
Tapi kapankah kabut itu sirna...
Oh angin tiuplah dengan semilirmu
Agar langit itu cerah tak ada awan hitam...


Mentari...! 
Dimana terikmu yang membakar embun di dedaunan
Hingga turun ke ufuk barat
Lalu sinarmu berganti dengan dewi malam yang indah


Ku tanya langit kapan hujan
Ku tanya kasih kapan datang
Di kedalaman hati ini
Ribuan untaian hati
Sejuta serat sutera
Seribu pelangi cembung
Serumpun teratai jingga


Kamis, 3 Januari 1991


Friday, July 20, 2012

Kenapa Harus Aku?

Kalo lagi ngobrol sama teman-teman waktu di Pondok Pesantren dulu. Suka nya bicarain yang aneh-aneh. Mulai dari kami lahir bahkan sanak saudara kami masing-masing. Itulah parahnya dan enaknya jadi anak ponpes. Eh, taunya pas dah masuk dunia perkuliahan, masiiih aja sama yang dibicarain. Salah satunya, tentang mitos-mitos aneh yang ada dalam keluarga. Katanya, anak kedua itu anak yang bandel dan nakal. Katanya, anak ketiga dan selanjutnya bakal baik. Katanya, anak pertama itu anak percobaan (Astaghfirullah... Maksud el? Emangnya kelinci percobaan?).

Tak terhindar pula dari mitos-mitos ato kepercayaan turun-temurun ini benar adanya. Buktinya? Perkenalkan terlebih dahulu ya? Aku adalah anak perempuan pertamax (dari ayah dah ibuk ku, pastinya -> bukan kelinci percobaan) dan punya 3 adik laki-laki semua. Hm, kata ibuk, dari ke empat anak-anaknya ini, punya ke-khas-an masing-masing. Ya iya lah! Masa ya iya dong? Nah, adik dibawah ku (which means anak kedua) bisa dibilang rada bandel diantara kami semua. Ini menurut poling keluarga setempat. Hahaha...

Adik ku yang kedua (which means anak ketiga) ini orang nya sangat santaaaaaai buangets. Orangnya emang santai, tapi tepat waktu. Bukan santai sih, lebih tepatnya tenang. Bawaanya tenang, teratur, damai, aman, dan sejahtera. Mungkin ini yang menyebabkan badannya ikutan gendut kayak kakak nya. *buka coki*

Adik ku yang ketiga (which means anak keempat), kebetulan masih bayi. Hehehe, jarak nya dengan aku aja 19 tahun, but I am really happy he is here with us now! Kalo yang ini, kata ibuk sih, manja banget. Instingnya sama bunda tercinta masih sangat kuat. Kalo lagi bobok trus ditinggalin sama ibuk sebentar aja (baru mau beranjak sedikit), langsung bangun dan minta mimik. Walah-walah... Namanya aja dedek bayi :D

Sekarang giliran aku. As you know, I am the only daughter of my parents. Sebagai anak pertama, rasanya nggak enak banget kalo tak ada aturan main selama hidup (bukan main-mainan lo ya?). Selain dapat peringatan dari orang tua kalo jadi anak pertama harus bisa jadi contoh buat adik-adiknya, peringatan lain juga banyak aku dapetin sejak aku dicap jadi anak pertama (waktu adik dibawahku lahir) sampe sekarang. Macem-macem deh, pokoknya! Mulai dari pakaian -> pakaian kakak harus selalu rapi dan sopan supaya adik-adik bisa nyontoh. Lanjut ke kamar -> karena anak pertama plus jadi anak perempuan ayah-ibuk satu satu nya, mau nggak mau yang namanya kamar wajib bersih dan sehat sentosa. Lalu ke rumah -> anak pertama harus bisa ngajarin adik-adiknya untuk bertanggungjawab terhadap kebersihan dan kerapian pada lingkungan sekitarnya. Trus ke belajar -> kakak harus rajin belajar, dengan alasan, lagi lagi supaya adik bisa mencontoh kakak nya. Lalu tentang sekolah dan prestasi -> katanya, anak pertama itu adalah cerminan nyata buat adik-adiknya kelak, which other means, kalo kakak gagal -> adik jadi bangsal (eh, ini lebay nya aja... :p). Terakhir, tentang masa depan dan masa yang akan datang pun anak pertama sebagai pengharapan orang tua. Jadi, kalo jadi anak pertama dengan adik yang cukup banyak (dalam bahasa Arab, jika > 3), pandai-pandailah berbenah diri, memperbaiki diri, memberanikan diri, dan sadarkan diri supaya bisa menjadi contoh, bukan buat adik-adik dan keluarga semata, tapi buat masyarakat. Sepertinya orang tua ku nggak terlalu maksain aku dan nggak ada peraturan secara tulisan dan disahkan oleh Mentri Perlindungan dan Pemberdayaan Anak, hanya ketentuan/aturan lisan saja. Karena aku yakin, orang tua ingin anak nya menjadi anak yang baik.

Semakin aku tumbuh besar dan menjadi dewasa, tak lagi celotehan tersebut ku dengar. Aku juga nggak tau, ini pertanda baik ato buruk. Apa saking banyaknya yang kuabaikan atau karena aku sudah besar? Ntah lah, yang pasti, jadi anak pertama itu menyenangkan. :D Kenapa harus aku jadi anak pertama? Karena Allah percaya pada ku (baca: kita, bagi anak sulung). Dan semoga kepercayaan ini bisa kita jaga bersama.

Salam Sulung!


“Tulisan ini diikutsertakan pada Hajatan Anak Pertama yang diadakan oleh Sulung Lahitani

Ramadhan (1433 H) Is Coming

Yeyyy! Seperti biasa, yang namanya bulan suci Ramadhan, (pasti) akan banyak disambut oleh umat muslim. Mulai dari Sabang sampai Merauke, dari kutub utara samapi kutub selatan, dari China samapi ke liang lahat, eiiits emangnya mahfudzat (kata-kata mutiara) tentang menuntut ilmu...? Pokok nya selagi muslim dimanapun mereka berada, bulan ini merupakan bulan yang sangat ditunggu-tunggu dengan berbagai alasan dan harapan.

Sopir atau Kenek Bis dan Travel

Alhamdulillah, semoga dengan hadirnya bulan yang penuh berkah ini, penumpang jadi meningkat pesat seperti kebiasaan orang di negeri Indonesia mudik hingga klimaks nya di akhir Ramadhan nanti untuk menyambut hari lebaran. Pasti tiap orang ingin berkumpul dengan keluarganya dan karib kerabat di kampung halaman, bukan akherat lo ya... Eh, mungkin nggak semuanya juga yang bisa mudik. Karena pekerjaan, mungkin. Karena dana belum mencukupi, mungkin. Karena masih proses belajar mengajar seperti biasa, mungkin. Ato bahkan ada yang tinggalnya amat jauh, jadi pulkam nya sekali berapa tahun. Dan semoga perjalanan mudik nya lancar dan aman serta selamat sampai tujuan. Amin.

Penjual Snack

Karena yang nama nya bulan puasa, so puasa selama sebulan pun akan dilaksanakan bagi yang wajib menunaikannya. Ada puasa, ada sahur, ada juga buka puasanya. Berbuka puasa (ifthor)adalah hal yang (lebih) paling ditunggu-tunggu. Kalo nggak salah ada hadits ato mahfudzot ya (rada lupa ni), orang yang berpuasa itu akan mendapat 2 kebahagiaan: 1. Saat mereka berbuka puasa dan 2. Bertemu dengan Rabb nya kelak. Selain ngabuburit sambil nonton TV ato menyiapkan sajian buat berbuka, biasanya kalo dikampungku orang pada rame di lapangan sepak bola. Mau main bola maksud el? Ya enggak laaah... Disana berdirilah stand-stand (halah! sok gaul, kayak di mol-mol aje!), lebih tepatnya gubuk-gubuk kecil berlantaikan tanah dan beralaskan rumput (kalo dah di akhir Ramadhan, rumput nya bisa botak gara-gara dilewati ratusan orang setiap hari nya di tempat yang sama), serta beratapkan terpal reot yang sudah berlapis-lapis karena sering ditambal sama yang punya. Hmmm... Aneka jajanan pasar seperti kue basah, kue kering, goreng-gorengan, cendol-cendolan, kolak-kolakan, dan an-an yan lainnya. Bukan jajanan pasar aja sih. Bahkan gubuk lauk pun ada (karena orang nggak langsung makan disana dan bukan rumah, jadi kita sebut gubuk lauk ajah ya...) Alhamdulillah, memang bulan Ramadhan yang membawa keberkahan berlimpah-limpah. Semoga laris ya jualan nya...

Pak Ustadz

Kalo yang ini mah, mungkin tiap hari juga bisa laris manis, ya nggak? Hehehe, ada tarawih, ada witir, ada juga ceramahnya. Nah, siapa biasanya yang mengisi pengajian tersebut? Pasti yang didahuluin yang ahli kan... Yups, pak ustadz namanya. Insyaallah rejekinya bakal nambah nih pak. Karena ini bulan yang paling mulia dari seribu bulan, bagi para penceramah, biasanya banyak panggilan buat kasih kultum atau ceramah, baik itu di mesjid, di rumah-rumah, di acara-acara TV, di kegiatan buka bersama, di dusun sebelah, bahkan di rumah :D Tingkat pentaubatan tiap manusia pun akan meningkat dengan sendirinya di bulan ini. Jadi banyak yang ingin memperbaiki diri nya masing-masing deh :p Salah satu caranya, ya dengan menghadiri majelis ilmu seperti pengajian-pengajian dan memperbaiki ibadah.

Para Mahasiswa/i

Ada kuliah, ada praktikum, ada diskusi, ada persentasi, ada liurnya juga dooooong. Masa mau belajar terus sih??? Wkwkwk... Eits, terkecuali yang mau SP (semester pendek) dan yang remediasi (kayak ane nih :D), liburan kayaknya adalah hal yang membosankan karena bakal mengulang pelajaran yang dah pada lupa, sendirian lagi! Huft! *curhat nih, ceritanya...*  Jadi libur nya bakal terpotong dengan hal yang menyebalkan, tapi sangat amat berguna untuk masa depan yang lebih cerah *dah tau remed, kok malah cerah yo?* Liburan panjang biasanya emang di laksanakan di semester genap dan untung nya bertepatan di bulan puasa. Mudik. Pulkam. Raaji' ilal bait. Go home. Apalah namanya... Kalo aku sendiri, jujur, ini kegiatan yang paling ditunggu-tunggu. Pulang ke rumah, ketemu sanak saudara, kumpul bareng, bertengkar dengan kakak-adik dirumah. Oh God! I've got home sick's syndrome. Selamat berlibur dan fastabiqul kahirat kawan-kawan seperjuangan! Jangan lupa oleh-olehnya ya... *Owalah, nek iki ora di dengar ke yoooo*

Penjual Baju Muslim dan Atribut lainnya

Walaupun belum lebaran, bulan Ramadhan lagi-lagi membawa keberkahan bagi setiap insan. Bagi penjual baju, misalnya. Tenang aja deh, jual lah berbagai macam baju model Syahrini ato baju model artis lainnya, insyaalla bakal laku deh! Biasalaaah, orang Indonesia kan suka musim. Kalo ada musim baju A, pada beli baju A -> biasanya bisa sampe 10 kembaran baju nya. Kalo lagi musim baju B, pada tambah koleksi baju B. Walah-walah... But I am proud of Indonesian's culture. It is colourfull, huh? 

Para Pareman Jalan/Pasar/Kampung

Kalo dihari-hari biasanya, bisa jahilin orang ato gangguin orang. Di bulan suci, biasanya ada kesadaran dari hati kecil buat mengurangi bahkan meninggalkan perbuatan tersebut. Yaaaaa, bisa di bilang penawar dosa lah, taubat tepatnya! Eh, bukan buat preman aja lo ya... Semua nya deh! Karena yang namanya manusia, pasti banyak melakukan kesalahan. Mari memuhasabah diri kita masing-masing, semoga Allah mengampuni dosa kita yang dahulu, sekarang, dan akan datang. Selamat berbulan Ramadhan dengan kegiatan masing-masing. Apapun kegiatannya, jangan lupa selalu perbaiki diri kita ya... Maap lahir bathin njeeeeee :D

Saturday, July 14, 2012

Jurus Jitu Menjadi Penulis

google image
Ayo, nyoba baca, pahami, and amalin ni jurus: "terutama yang masih amatiran nulis (kayak aku ini...)"

1.EYD

Menulis tentunya bukan hanya sekedar menulis namun menulis harus disertai dengan penguasaan Ejaan Bahasa Indonesia yang baik dan benar. Siapa pun yang telah mengenyam pendidikan dasar hingga menengah, mampu menulis. Namun menulis yang dimaksudkan di sini bukan hanya sekedar menulis apa yang kita rasakan, menulis kwitansi pembelian barang atau menulis pelajaran, atau diktat kuliah. Namun menulis yang dimaksud adalah, bagaimana kita menggambarkan apa yang kita lihat, kita alami dan kita rasakan ke dalam sebuah karangan yang berbentuk cerpen atau novel. 

2 Rasa Penasaran 

Seperti yang sudah dijelaskan tadi, menulis yang menjadi topik pembicaraan kita adalah menulis cerpen dan novel. Kita akan membahas bagaimana dapat menulis keduanya dengan gaya bahasa yang asyik dan enak dibaca, dengan mengikuti kaidah Bahasa Indonesia yang baik dan benar. Menggunakan kaidah Bahasa Indonesia yang baik dan benar itu mutlak, tujuannya agar cerita pendek (cerpen) atau novel yang kita buat mudah dimengerti, mengasyikkan dan mampu membuat pembaca hanyut pada cerita yang kita buat dan ingin terus membacanya. Keberhasilan dalam sebuah cerpen maupun novel adalah saat si pembaca penasaran, dan masih ingin terus mempertanyakan kelanjutan dari kisah yang dibacanya. 

3 Latihan

Selain penguasaan Ejaan Yang Disempurnakan (EYD) persyaratan lain adalah latihan. Ya, menulis sebuah cerpen/novel yang bagus, menarik dan digemari pembaca tentunya harus dibarengi pula dengan latihan yang tidak pernah ada bosannya. Bila ditambah dengan talenta, (bakat), menulis akan semakin mudah dan menyenangkan. Ingat, penguasaan bahasa asing, terutama Inggris juga perlukan. Sebab, banyak buku referensi untuk menulis, ditulis dalam bahasa Inggris. Jika anda hendak mem-browse internet, anda pun harus memahami kata-kata dalam bahasa tersebut. 

4. Rajin Membaca

Menuangkan pokok pikiran ke dalam bentuk tulisan yang enak dibaca dan mengasyikkan, memang butuh latihan dan wawasan yang luas. Untuk menjadi seorang penulis profesional,maupun hanya sekedar menyalurkan hobi menulis, menambah wawasan dengan membaca dan menyimak berbagai hal yang terjadi di sekeliling kita sangat diperlukan. Bahan bacaan yang beragam akan memperkaya khasanah di jagat penulisan. Membaca karya-karya sastra,baik itu novel, maupun cerpen adalah mutlak, sebab dari hasil bacaan tersebut kita menjadi tahu bagaimana pola, bentuk, diksi, gaya bahasa yang dibuat secara sistematik oleh pengarang-pengarang besar dan terkenal dalam merangkai kata-kata dan menuangkan ide-ide mereka ke dalam sebuah cerita yang menarik, menegangkan, seru bahkan menyedihkan. Pemilihan kata-kata yang tepat, tentang topik yang akan ditulis, dan kecakapan dalam merangkai kalimat demi kalimat tidak akan berjalan lancar jika kita tidak rajin membaca. Dengan membaca, kita menjadi tahu gaya atau style pengarang dalam mengungkapkan kata-kata yang akan ditulisnya. Melalui bacaan, wawasan kita juga jadi bertambah, hal ini memberi dampak positif pada karangan yang akan tulis. sekaligus akan membuat cerpen/novel itu menjadi lebih berbobot.

5.Imajinasi

Satu hal yang diperlukan jika kita hendak membuat cerpen atau novel adalah imajinasi. Menurut pakar dan sastrawan Gerson Poyk, imajinasi tumbuh dari naluri seks (libido), imajinasi juga bisa berasal dari akal/logika dan imajinasi bisa berasal dari intuisi kreatif yang dituntun oleh hati nurani. Jika seseorang tidak memiliki imajinasi maka penulisan cerpen akan buntu. Imanjiasi akan merangsang seseorang untuk menuangkan ide-idenya dalam bentuk tulisan. 

6 Everyday

Menurut Gerson Poyk dalam penulisan sebuah cerpen/novel bisa dilakukan dengan menulis kegiatan rutinitas manusia sehari-hari atau everyday. Contohnya, aktivitas sesorang dalam kehidupan sehari-hari, misalnya saat orang itu bangun pagi, bikin kopi, masak, sarapan pagi, siap-siap ke kantor, naik mobil, tiba di kantor bekerja, malam minggu pergi rekreasi, dan tahu-tahu saat pulang kantor tabrakan mobil. Dari kegiatan keseharian (everyday), tiba-tiba orang tersebut dihadapkan pada penderitaan, ia ditabrak mobil dan mati. Apabila keseharian itu ditulis dan ditambah dengan imajinasi si penulis maka dengan demikian nilai tulisan lebih bermutu, karena dari everyday kita sampai kepada tabrakan dan kematian, itu adalah hal-hal yang kontradiktif dan mustahil, absurd, karena di dalamnya ada kematian.

Contoh lainnya adalah, penulisan cerpen tentang kelahiran manusia di dunia ini. Saat bayi itu lahir ke dunia, dikisahkan si bayi tidak minta dilahirkan, dia lahir dengan menangis, tangisan itu menandakan bahwa kehidupan di dunia tidak sebahagia yang dibayangkan. Hidup ini penuh tangis dan air mata, itu lambang dari dunia ini, penuh tangis dan penderitaan. Sesudah itu si bayi hidup dari air susu ibu (ASI), tanpa ibu manusia tidak bisa hidup, ASI itu juru selamat berikutnya, sesudah itu setelah dia bisa makan bubur, ibu menyediakan bubur di piring, setelah anak itu remaja, peranan ibu diganti oleh ibu pertiwi, ibu pertiwi itu adalah bumi subur laut kaya, itu adalah simbol dari tanah di mana makanan bersumber dari situ, menulis dengan situasi seperti itu, akan menghasilkan cerpen/novel yang penuh dengan sisi-sisi kemanusiaan.

6. Logika Permukaan

Imajinasi berdasarkan logika/logos juga bisa menghasilkan cerpen yang berbobot. Misalnya, cerpen ilmiah yang mengandung unsur psikologis dan ilmu-ilmu sosial. Dalam hal ini imajinasi seseorang tumbuh dari ilmu pengetahuan, dari logika. Imajinasi yang berasal dari pengetahuan dan logika ini merupakan imajinasi yang bermutu. Namun di sini ada logika permukaan, ada juga logika yang paling dalam yaitu intuisi kreatif.

7. Logika Permukaan atau Intuisi Kreatif

Logika Permukaan atau Intuisi Kreatif lebih banyak memakai gaya bahasa naturalisme, selain itu juga mengandung unsur psikologi dan sosiologi. Misalnya kisah tentang seorang petani yang berjuang menopang hidupnya, tentang pengangguran, tentang orang miskin, tentang pelacuran dll. Melalui pengamatan keadaan di sekitarnya itu, lalu ditambah dengan bacaan yang menambah wawasan atau literature, maka akan tercipta sebuah cerpen yang natural berdasarkan logika atau intuisi kreatif.

8. Logika yang Mudah Dimengerti/Pop

Ada juga cerpen dengan memakai logika yang mudah dimengerti, misalnya cerpen-cerpen/novel tentang kehidupan di masyarakat di amerika yang teratur, mewah dan semuanya serba ada. Apa yang digambarkan dalam cerpen tersebut memakai unsur everyday yang ringan, yang tidak ada gejolak atau tidak ada unsur-unsur humanis, semuanya datar-datar saja. Seperti kisah sebuah rumah tangga yang mewah, hidup nyaman, dan tidak ada gejolak-gejolak yang menggugah sisi kemanusiaan, di dalam cerpen/novel itu tidak ada konflik karena ditulis dengan budaya pop yang burjouis..

9. Konflik Filosofis dan Perang Dunia

Karangan yang berat adalah karangan yang bertutur tentang perang dunia, tentang masalah-masalah besar dalam sejarah, dalam dunia. Di dalam cerpen/novel tersebut dituturkan tentang akibat dari sebuah peperangan di mana banyak orang yang mati. Atau bisa juga menuturkan ada wabah di suatu desa sehingga terjadi endemic yang membuat banyak orang terjangkiti hingga akhirnya meninggal. Contoh lain adalah meletusnya gunung Merapi, di sana terjadi pengungsian besar-besaran, serta meninggalnya Mbah Marijan. Ini juga yang disebut dengan cerpen logika, namun logika yang datang dari hal-hal yang besar. Dari sini kita akan sampai pada filsafat tentang alienasi atau keterasingan manusia. Kita dapat memasukkan unsur politik, seperti komunisme, kapitalisme dsb, tokoh-tokoh dan ide-ide mereka kita masukan, di situ ada konflik-konflik filosofis yang tinggi. Semua itu bisa dituangkan dalam bentuk tulisan. Untuk mengungkapkannya kita harus memiliki perbendaharaan kata yang luas, intelek, sangat penuh dengan data (literer) dan cerdas, artinya karangan seperti ini sudah lebih tinggi dari logika keseharian Amerika (pop), itu sudah bercampur antara agama dan filsafat dan keterasingan manusia. Pengarang-pengarang yang memperoleh hadiah nobel biasanya mengarang seperti itu, contohnya seperti Tolstoy dalam novelnya War and Peace.

Inilah beberapa ulasan ringan tentang penulisan sebuah cerpen/novel. Mudah-mudahan ini bisa menjadi pembelajaran kita selanjutnya dalam membuat sebuah karangan berbentuk cerpen atau novel. Selamat menulis.

Fanny Jonathans Poyk

Friday, July 6, 2012

(Film) Kambing Jantan

google image

Hemmmm... Pasti dah pada tau kan, ini film nya siapa? Yups, ceritanya mas Raditya Dika yang diangkat dari bukunya (pertama. kalo nggak salah -> kalo nggak salah, ya bener tooo :p) sendiri. Oya, awal nya aku nggak kenal sama sekali siapa itu Raditya Dika. Nggak kenal plus nggak terlalu penasaran pengen tau. Awalnya tau dari teman-teman di kampus yang ngakak-ngikik baca bukunya Raditya Dika sebelum tutorial dimulai. Trus tak tanya, "baca apaan sih? ketawanya gitu banget." Trus mereka jawab, "ni lagi baca bukunya Raditya Dika yang baru terbit kemarin, aku belinya di (...) harganya (...) langsung pada hari-H launchingnya" Cuma nanya buku siapa aja, malah dijawab sepanjang ekor kera :p

Hm... Masih belum penasaran. Aaaaah, pasti ceritanya biasa aja (dalam hati). Mungkin mereka juga hanya fans nya saja, jadi apapun yang dikeluarkan/dibuat/dilakukan oleh yang difanskan, bakal disenengin semuanya :p *Hussssssh!!! Suudzon nih* Sedikit demi sedikit tau dengan yang namyanya Raditya Dika. Ada salah satu acara yang ia sebagai host nya, kalo nggak salah acara komedian gitu deh. Trus sering juga lihat di acara-acara lainnya yang Ia sebagai tamu undangan *emangnya orang nikahan :p* Lumayan sering deh denger namanya disebut-sebut sana-sini, sejak tau namanya. 

Ooooh, ternyata juga ada filmnya!!! Kemarin sempat ke rental film, nampak oleh mata, judul film "Kambing Jantan." Yah, penasaranku pun muncul dengan baiknya lalu merental ntu film. Finally, this film was so nice. Especially for the love story. Dalam benakku, ini kisah nyata ato bukan ya? Ntar deh, kapan-kipin tak cari tau *beli buku nya, maksut te* Film nya menarik banget, agak seperti diary gitu, romance juga, hm,,, tak tau lah! Recomended deh!

Mulai dari awal kisah film ini bermula, langsung ngikik walopun nggak begitu paham, tapi fun!

Mari kita urutkan ceritanya:

SD: Ina, sebagai korban surat cintanya Raditya Dika dan juga menceritakan bahwa perempuan itu di buat dari tulang rusuknya laki-laki. Yang bikin mereka tidak dekatan lagi, sewaktu naik bus sekolah, mereka berpegangan tangan lalu ada salah seorang temannya yang bilang, "kalo pegangan tangan, bisa bikin orang hamil looooo." Busyet dah! Gimana nggak takut coba! Yang namanya anak kecil, pasti mudah percaya. :D Waktu udah gede, sempat ketemu lagi dan punya hubungan HTS (hubungan tanpa status) ato lebih akrab dengan sebutan TTM (teman tapi mesra).

SMP: Raditya Dika kepengen jadi seorang detektif tapi belum kesampaian sepertinya :)

SMA: Pengen jadi penyanyi. Kebetulan Dia juga dah punya klub musik gitu. Nah, disini ni, mulai agak mesraan dikit dengan Kebo (nama panggilan kesayangannya gebetan Raditya Dika di film ini). Huft... Jadi lucunya agak hilang :( 
Kuliah: Antara kuliah di UI (dokter kandungan) ato kuliah di Australia (finance) terserah tempat kuliahnya dimana. Laaaaaah, malah pake voting gitu dan akhirnya kuliah di Universitas Adelaide Australia. Dengan menjalankan prisip LDR (Long Distance Relationship) bersama temannya dari Kediri yaitu Hariyanto. Kocak deh, cerita mereka.

Teringat satu lagi, sewaktru mereka belanja di sebuah toko "orang India". He (the cashier) said that we just sale the quality, not quantity. If you want to get the quantity, just go to the Chinese Town. Wkwkwkwk... Kenapa yah, kok China itu suka diketawain hal-hal yang jeleknya saja. Coba deh, kalo beli HP misalnya, yang kata orang "Made In China" pasti harganya murah, ringan, dibanting langsung pecah berderai (ya iyalah! dodol!) Padahal nggak semua produk China itu jelek. Ada juga yang sangat bagus malah, mungkin kita nya aja yang belum tau. Masih untungkan, China menyediakan sesuatu yang murah buat kita konsumsi *ini berlaku hanya bagi orang yang kere, seperti aku :p*

Oya, satu lagi, tentang pacarnya si Raditya Dika. Sempat sebel banget sama tu cewek, kok gitu amat sih, suka ngeremehin dan merasa bener. Tapi ini yang tak salutin sama Raditya Dika, Dia sabaaaaaaar banget. Muka nya itu loh, polos banget tapi Dia pinter sekali membuat suasana jadi aman dan nyaman. Nggak berarti mengalah juga, cuma orangnya bawaanya tenang dan bisa dibilang diplomatis lah. Hahahaha...