Thursday, June 7, 2012

Tetes Air Mata Ini Selalu Ada

Tiada hari tanpa menangis. Itulah motto yang melekat pada seorang gadis yang berada di tepi kabupaten (di suatu daerah). Ia adalah seorang gadis yang sedang mempelajari banyak hal. Bahkan saking menumpuk di otaknya, ia kewalahan menampungnya karena otaknya bisa dikatakan rada-rada lemot, tak seperti kebanyakan orang. Sumber pembelajarannya diambil dari alam, lingkungan, tetangga, teman, keluarga, komunitas, dan pastinya gejala-gejala kehidupan yang selalu berputar menemani dirinya. Ia menikmati kesemua kejadian dalam hidupnya. Mulai dari yang terkecil seperti memotong kuku di jari-jari tangan dan kaki nya. Hingga yang terbesar seperti saat ia harus menerima kegagalan demi kegagalan yang seiring waktu sering menemaninya (baca: saking hampir semua yang diusahakannya itu gagal). 

Tangisan adalah sesuatu yang selalu mengiringinya untuk mencari kenikmatan tersendiri pada suatu kejadian (kajadian ajaib/ tak disangka maupun kejadian yang tak diharapkan). Hampir setiap hari ia menangis dan merasa capek karena matanya yang sangat lelah mengompres kelenjar air mata serta kelopak mata yang letih menampung tetesan demi tetesan air mata yang mengisi kantong palpebra hingga air mata jatuh deras dari tempat aslinya. Tak ada yang bisa ia ajak bicara. Sunyi. Senyap. Lalu disaut kumandang adzan membuatnya selalu bersyukur masih diberikan kenikmatan untuk menghirup udara yang tak pernah ia bayar sepersenpun pada yang menciptakannya.

Dia tau, setiap ia merasa letih, ini disebabkan oleh matanya. Matanya seolah menjadi organ vital dalam tubuhnya. Jika ia merasa letih, kadang air mata juga keluar (memang lebay ni orang yah?). Sering menangis identik dengan kata 'cengeng'. Yap, cengeng itupun banyak makna baginya. Karena dengan kecengengannya, ia bisa tenang, membuatnya ngantuk saat tak bisa tidur (karena mata bengkak bisa memicunya ngantuk), bisa melegakannya saat ia ada masalah, pelepas rindu pada Tuhannya walaupun Tuhannya selalu dekat dengannya bahkan lebih dekat dari urat nadinya, pokok ke buanyak deh!

So, tetes air mata ini juga yang sering menemaninya saat dalam kesendirian seolah tak ada yang peduli padanya, menasehati pikiran nakalnya, melunakkan hatinya yang keras sekeras benda padat apapun yang terkeras didunia ini, menerima semua takdir Tuhan untuknya, dan banyak yang lainnya. Kalo ditulisin satu-satu, bisa berabe nanti karena memang tangisan ini adalah nikmat dari Tuhannya. Seperti kita ketahui, jika daratan dijadikan kertas dan lautan dijadikan tintanya, bakalan nggak muat jika dituliskan nikmat Tuhan tersebut. :D 

10 comments:

  1. Motto: tiada hari tanpa menangis....nggak capek tuh???

    ReplyDelete
  2. tanya aja sama orang nya... :p (just kidding)

    kalo emang itu penting, kenapa enggak? Kan nangisnya beralasan ------ sedikit hiperbola boleh lah ya? Biar kepake pelajaran b.indo yg dlu... Hehehe *peace :p

    ReplyDelete
  3. air mata mengisyaratkan segalanya... bahagia maupun sedih

    ReplyDelete
  4. @otto-x: benar sekali... Everyone have something that makes him/her for calming theirselves

    ReplyDelete
  5. meskipun menangis itu tidak menyelesaikan masalah, tapi dengan menangis orang bisa lebih lega saat menyelesaikan masalah. hehe.

    salam kenal. :)

    ReplyDelete
  6. @aul howler: nangis itu kadang tak disertai air mata. Tepat nya merintih, sakit dari dalam. :p

    ReplyDelete
  7. @falra: bener banget itu... Sebagai penolong, penenang hati. :D

    ReplyDelete