Monday, June 4, 2012

Inikah Namanya Kelemahan?

Banyak orang yang kita kenali akan membawa kenangan tersendiri. Walaupun pada akhirnya ada berbagai macam kesan yang dapat tersimpulkan. Dia baik. Dia jahat. Dia pelit. Dia sombong. Dia penakut. Dia pendiam. Dia pemarah. Dia penurut. Dan banyak 'dia' yang lainnya.

Ku tau ini mungkin terlihat sangat amat munafik. Tapi memang benar, aku takut sekali menyakiti hati orang. Hanya ingin menjaga itu? Betul! Hati-hati menjaga hati. Hati kita dan orang lain. Sepertinya hal ini malah membuat kebohongan besar kepada banyak orang dengan ke-sok-tenangan nya. Menganggap semua baik-baik saja. Di giniin, (dalam hati muarah/ sebel, tapi malah jawab) nggak apa-apa. Digituin, (dalam hati mau meninju-ninju bahkan mengamuk, tapi dibilang) nggak masalah. 

Apakah salah ya kalo aku seperti itu? Ntahlah, hanya Tuhan yang tau (jawaban para religiouser). Tapi ini bisa dibilang suatu kelemahan. Kelemahan dalam diri kita (baca: ku). Susah buat mengeksplorasikan kata-kata. Sebenarnya banyak alasan, tapi yang paling kuat adalah karena takut membuat orang lain tersakiti olehku. Takut banget! Bukannya cari aman lo ya. Mungkin lebih ke perasaan aja kali :p

8 comments:

  1. Kita sama Ci, saya pun begitu :)
    Tapi saya bisa pula jadi orang yang bicara blak2an (bingung juga)
    Betul, itu kelemahan tapi sekaligus kekuatan ...

    ReplyDelete
  2. Iya bunda, sebenarnya tergantung banget. Kalo masih dlm batas wajar, bisa ditahan. Tapi kalo memerlukan sedikit gertakan, bisa ngamuk juga sih bun :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Saya ingat, jaman gadis dulu kalo diganggu cowok iseng, saya berhenti dan menggertak mereka. Pernah saya bilang, "Kamu pikir saya cewek apaan?" atau "Kenapa? Ada utang?" gak ada hubungannya ya hehehe tapi cowok itu langsung tergagap. Pernah juga, saya gak ngomong apa2, saya berhenti saja di depannya, dan melototi orang itu sekian detik, trus pergi. Cowok itu terdiam, dan sejak itu gak berani lagi ganggu2 hehehe.

      Delete
    2. waaaaah! Mantap bun! Cici juga pernah nih bun, waktu masa SMP dl, kan cici jarang pulang ke rumah, coz ponpesnya di sumbar. Nah, waktu sesekali pulang, (biasanya bulan ramadhan) kalo siap solat tarawih, tukang ojek ato cowok2 yg tak lewati banyak juga tuh yang gangguin. Misalnya mereka bilang "assalamu'alaikum..." cici bakalan jawab salamnya ditambah "ada apa oom/bapak?" nah, mereka malah kebingungan mau respon apa. Wkwkwk...

      Delete
  3. berhati hati itu penting...
    mungkin perasaan sensitif itu perlu dieksplore lagi, ada juga orang yang tidak memiliki perasaan se sensitif itu, yang justru menjadikan hubungannya menjadi tidak sebaik yang di harapkan.. :)

    ReplyDelete
  4. iya nih @secangkir teh dan sekerat roti... Semuanya harus tau batas. Jgn terlalu kurang atau terlalu lebih, yg sedang2 saja. Pandai mengatur dan hati2! ;D

    ReplyDelete
  5. kelemahan itu anugrah yang kadang membuat kita lemah kdang juga kuat & lucky

    ReplyDelete
  6. @andy: betuuuuuul banget! Setuju! Yes! Hehehe... Kelemahan bisa jd kekuatan :D

    ReplyDelete