Sunday, April 22, 2012

When I Moved Into New House

Saat pindahan dari kosan ke rumah, sebenarnya banyak hal yang ku takuti. Beneran. Aku tak mengenal banyak tentang lingkungan di Jawa. Yang ku tahu, orang Jawa itu santun-santun dan ramah-ramah... Tapi alhamdulillah para tetangga (hanya ada 2 kepala keluarga yang paling dekat dengan rumahku) sangat menyambut dengan baik. Terima kasih atas sambutannya... I appreciated it. :D

In February. I move to the -> Sweet home. Little home. Sometimes can feel very cold and sometimes very hot and become steam. So, my home is so clumsy. Till there are so many wood inside my home being moldy. Oh NO! But I love my home so much. Eventhough I was so bored with this or with that, but there is my sister that can make to stay calm dan happy. Thanks sista...

Campur aduk perasaan saat pindahan itu. Tapi selalu ada kakak yang menyemangati bahkan selalu menemaniku secara langsung maupun tidak. Hingga sekarang. Masih menunggu siapakah yang akan menemaniku secara real disini, digubuk kecil yang beruangan luas ini. Tapi pasti aku punya teman. Yah, temanku banyak sekali... 

Karena di pedusunan, jadi disekeliling rumahku lumayan banyak pohon, bambu, sawah dan selalu terdengar jangkrik. Itu yang menemani. Kadang keheningan. Tanpa suara. Kalo sudah waktunya solat 5 waktu, lumayan rame juga karena mesjid sangat dekat dari rumahku. 

Di dalam rumah sendiri, sepertinya aku memang ditakdirkan untuk berteman dengan beberapa binatang kecil. Bahkan binatang yang aku sangat fobia banget. 

Ada semut hitam yang agak besar ukurannya, menurutku tapi tak menggigit. Sangat banyak semut. 

Ada kecoa yang suka dan selalu parkir di atas alas kaki dekat kamar mandi di setiap malam. 

Ada tikus juga kayaknya diatas, nggak apa, asal jangan turun kebawah aja, diatas loteng maksudnya. 

Ada buanyaaaaak sekali cicak. Bukan hanya didinding. cicaknya banyak juga di lantai. Tapi kalo aku ketemu mereka, mereka langsung numput, sruuuut kencang banget merayapnya. 

Ada juga kodok yang sampe sekarang aku tak tahu dari mana asalnya. Hampir sudah 5 x bertemu dengan kodok dan udah dibuang jauh dari rumah dengan bantuan tetangga ato kakak ku karena aku fobia dan bisa teriak kencang bahkan nangis jika bertemu dengan yang namanya kodok. Huft, sekarang ada 1 sepertinya di dapur ato dekat mesin cuci. Tak mau kucari karena biasanya malam ia keluar dan kubiarkan. Hahaha...

Rame juga ya... Semoga aku baik2 saja disini. Doakan ya teman2...

8 comments:

  1. You're gonna be just fine :)
    Ingat dulu waktu kecil tinggal disekitar hutan yg ular aja lumayan sering masuk rumah. Find new perspective, like what Dee did to her pangeran kecoa. But not literally, of course :b

    ReplyDelete
  2. yaaaaah, u r right.... Just find new persperctive. Like dee did... And you do it always. Proud of you kakakku...

    --------------) oh god. I just found the frog again in my kitchen. I just did little jumping and took scop then dismissed it. Still surprising.... Hahaha...

    Semoga bisa lebih ramah lg lah, mata ni melihat hewan. Apalagi yang nggak membahayakan...

    ReplyDelete
  3. U got rid of it with scoop?? By ur own hands?? Wow! That's brave.

    ReplyDelete
  4. nggak lah kak. masih takutnyooo... jadi cuma di usir aja, nyumput lah dia ke pojokan. pas di skop-in malah loncat tinggi. makin tkut lah nyooo... yo wes, tak biarin aja dia nyumput. wkwkwk

    ReplyDelete
  5. hahaha di kontrakan kakak ci, ternyata ada lubang yg tek terdeksi dan masuklah tetikus ke dapurku. Stelah dijaring dgn jebakan lem ketangkep 3 EKORRR huaaaa, Alhamdulillah lobang itu udah ditambal dengan lakban hitam berkali - kali. So cek lg di rumah ci ad lobang yg tak terdeteksi sblmnya gak :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya deh kayaknya kak. Ada lubang kecil di bawah t4 cuci piring... Pernah sih lihat dia sembunyi disana, cuma g yakin aja dari situ asal muasalnya. Emang kodok bisa ya kak, dari lubang tu? Bukannya itu tanah?

      Delete
  6. Bisa aja masuk kayaknya dik. Coba aja dicek sebesar apa lubangnya, ntar di tarok aja batu-bata atau apa gitu yg gede n berat buat nutupin. Punya rumah emang harus siap lebih repot toh? :b

    Wuidih nek, 3??!! Hiiii.... Pengalaman ane sama tikus di surabaya bnr2 bikin kapok. Ktemu keluarga besar tikus dibalik lemari. Anaknya buaaanyaaaak...... Induknya langsung loncat lari ntah kemana. T.T

    ReplyDelete
  7. hahaha.... Yo lah binatang ko ha... Paniang dek e...

    ReplyDelete