Sunday, April 22, 2012

Wanita Tua Itu...

Tadi selepas keluar dari rumah ingin mencari fotocopy yang buka di hari libur ini, ku mengendarai motor kesayangan dengan pelan dan perlahan karena sedang banyak tetangga yang berkumpul bergerombol tak tahu apa yang mereka lakukan, yang pastinya terdengar suara yang tidak asing ditelingaku sejak kuliah di pulau Jawa namun tak bisa ku mengerti sedikitpun karena mereka sepertinya menggunakan bahasa Jawa Kraton satu sama lain. 

Dengan motor yang pelan, aku pun melewati 1 polisi tidur dengan lebih pelan lagi. Dan tak sempat ku sapa bahkan tersenyum pada tetangga-tetangga yang sedang asyik berbicara karena motorku oleg saking lambatnya. setelah melewati 1 polisi tidur, aku pun memilih belok kiri karena disekitar jalan sanalah banyak fotocopy-an (kalo tidak salah). 
Sewaktu hendak belok kekiri, ku lihat seorang mbah putri alias nenek (dalam bahasa Indonesia nya) sedang menyapu jalan yang akan ku lewati. Beliau sudah sangat tua sekali. Kira-kira sudah berusia 80 tahun lebih. Badannya yang kurus, sedikit bungkuk, kulit keriput, tak bergigi, rambutnya hampir semua rata berwarna putih, memakai baju zaman beliau masih belia dulu, baju kebaya (yang lembut dan berwarna biru) tepatnya, tanpa sandal, dan tanpa rasa ragu menyapu dengan sebersih mungkin.

Beliau menyapu tanpa posisi badan yang jelas, apakah kekiri ato kekanan, tak terlalu kuperhatikan. Tapi arah sapuan nya sangat tepat dan rapi sehingga jalanan itupun terlihat sangat bersih dari sampah dedaunan dan sampah lainnya.

Salut! Dalam hatiku berbisik. Sudah tua sekali, tapi masih tetap mempunyai semangat para pemuda bahkan tidak semua pemuda pun bisa sepertinya. Beliau patut diacungkan jempol. 2 jempol kalo bisa. Ingin rasanya aku mengobrol sebentar dengan beliau, tapi menurut saya percuma, toh beliau nggak bisa bahasa Indonesia (kebanyakan orang tua renta di desa tempat saya tinggal seperti itu). Kapan-kapan deh, tunggu ku bisa bahasa Jawa sedikit. :D

Sembari melewati si mbah dan mungkin aku merusak hasil sapuannya, ku lihat wajahnya lagi. Lalu, aku melewati polisi tidur kedua, setelah ban belakangku turun dari puncak polosi tidur, Tuit... Tuiiiiit... Kata motor ku yang khas ada suara itu, ku teringat. Aku pernah melihat wanita tua itu. Yap. Pernah. Waktu aku mengunjungi rumah pak RT, tepatnya. Saat ku bertemu dengan nenek itu (untuk pertama kalinya), beliau juga sedang meyapu jalan. Dan masih dijalan yang sama. Yakni 1 jalan/ 1 gang yang berada disebelah gang rumahku. Nah, iya. Ingatan ku kembali pulih. Beliau sepertinya hanya menyapu di gang/jalan itu saja. Tidak ditempat yang lain. Mungkin sudah kebiasaannya dari dulu dan dijalan itulah mungkin ada rumah beliau. 

Ku tanya pada tetangga terdekatku. Setelah mengunjungi rumah pak RT. Tentangga ku bilang kalo mbak putri/ nenek yang menyapu tadi itu buta. Terdiam sejenak. Jantung berdesir. "Iya po buk?", tanyaku pada tetanggaku. "Iya", sahutnya. "Beliau sudah dari dulu seperti itu. Beliau tidak bisa melihat, tapi sering dan suka menyapu. Dan itu nggak ada yang nyuruh dan nggak pula dibayar. Lihat lah, bersihkan hasil sapuannya?", ibu itu menambahkan. "Sangat bu...", kata ku. 

Tak mau ku bertanya macam-macam lagi pada tetangga ku tersebut tentang keadaan si nenek, takutnya dibilang nggak sopan. Karena aku baru saja pindah di rumah saat itu. Waaaaaah, mantap ya? Kok bisa tho? Menurut ku sih bisa-bisa aja. Cuma aku belum ngerti secara dalam, kenapa beliau bisa menyapu gang/ jalan yang sangat amat panjang dengan menyeret sampah-sampah yang sangat banyak dari ujung ke ujung jalan dengan bersih. 

Wanita tua itu... Adalah wanita pencakar langit walaupun mungkin belum pernah melihat langit sedikitpun. Tapi beliau punya hati. Deep inside her. Beliau punya perasaan dan punya power yang berisi energi sangat tinggi yang tak dipunya banyak orang. Dan itulah orang baik... :D

8 comments:

  1. Ingat dulu kakak doyan bgt bikin list orang2 inspiratif, org2 terkenal kebanyakan yg pencapaian karir dan sosialnya udah menggunung. Tapi semakin tua kok jadinya malah semakin jauh dari tokoh2 itu ya? Hehe... Mungkin metode motivasi semacam itu kurang cocok sama kakak. Orang2 seperti nenek ini yg bikin kakak banyak belajar sekarang, atau seperti Bu Lek di blognya si Ude. Orang2 sederhana who never stop doing useful things despite how powerless they are, nggak membanggakan nama atau apa yang sudah dicapai, tetapi terus melakukan hal bermanfaat kapanpun dia bisa. 100% live for the day, because yesterday has gone and tomorrow should never be taken for granted :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya juga sih kak. Semakin lama orang2 besar yang kebanyakan dikenal banyak manusia, semakin lama semakin tidak real terasa. Apalagi semakin besar n dewasa, kita (mungkin kita ber2 ato yang lain juga) suka yang realistis, yang ada wujudnya mungkin didepan mata kita ato dari cerita orang sekitar kita, orang2 kecil tapi mereka berjiwa besar tanpa mengerti busuknya dunia liar yang jauh dari mereka. Merekalah orang2 kecil yang menerima kenyataan apa adanya, tidak terlalu mengeluh. Hingga pada akhirnya, adik rasa merekalah orang yang merdeka yang bebas dalam melakukan hal2 positif walaupun terlihat sedikit dan kecil, tp menjanjikan.

      Delete
  2. Mungkin juga karna kita sudah cukup dewasa untuk terus mengingatkan diri mengejar mimpi, sehingga jadi sedikit ambisius dan butuh sesuatu untuk mengingatkan kita perlu melihat ke bawah agar tidak lupa daratan.

    ReplyDelete
    Replies
    1. nah, bener banget! butuh sesuatu untuk melihat kebawah, jangan yang tinggi2 terus...

      Delete
  3. siiip LAIK en EGRI wit yur diskas fella :D

    ReplyDelete
  4. Nek, kantong ane udah nyampe Bu Lek alun? :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. asiiiiik... Semoga bermanfaat bu lek... :D

      Delete