Wednesday, February 22, 2012

Al-Baqarah : 215

Anjuran Infaq Kepada Orang Tua

Mereka bertanya kepadamu (Muhammad) tentang apa yang harus mereka infaqkan. Katakanlah, "Harta apa saja yang kamu infaqkan, hendaknya diperuntukkan bagi kedua orang tua, kerabat, anak yatim, orang miskin, dan orang2 yang dalam perjalanan." dan kebaikan apa saja yang kamu kerjakan, maka sesungguhnya Allah Maha Mengertahui.

Nah, kadang2 cici sempat bingung, kalo mau infaq itu mau di infaqkan ke siapa. nah, setelah punya niat untuk menulis index keluarga yang terdapat pada Syamil Al-Quran Special For Woman dan merincinya sedikit2 sekuat tenaga, ternyata ketemu deh sama ayat yang satu ini. Alhamdulillah ya... ^_^

Oya, ternyata Rasulullah menyampaikan kepada kita apa yang telah Allah tetapkan pada kita untuk berinfaq pada orang tua, kerabat, anak yatim, orang miskin, dan orang2 yang dalam perjalanan. Whooooa, ada orang tua juga teernyata ya? Yap! Yang pertama pula... So, kalo bingung mau infaqin infaqnya kemana, ke orang tua aja... ^_*

Hm, ada urutan dalam memberikan berinfaq sesuai dengan apa yang ada pada ayat adalah:
-Orang tua
-Kerabat
-Anak yatim
-Orang miskin
-Orang2 yang dalam perjalanan

Maksudnya, bukan lah harus urut seperti itu. Tapi tentu saja berinfaq itu sesuai dengan orang yang membutuhkan. Tapi kalo semua orang2 yang disebut diatas sedang membutuhkan, maka sesuaikanlah dengan urutan tersebut. Ok? Understand? Ya, kalo g, maka pilihlah bagi yang lebih membutuhkan infaq tersebut.

Oya, tau kan bedanya anak yatim dan orang miskin? Yuuup!!! Kalo anak yatim adalah anak2 yang tidak memiliki ayah kandungnya lagi. Tapi kalo orang miskin, orang yang mungkin tidak memiliki harta yang bisa mencukupi kehidupannya. 

Nah, kalo ada tamu kita yang sedang atau akan melaksanakan perjalanan, ini juga merupakan tempat kita untuk berinfaq kepada mereka yang melakukan perjalanan. Karena, biasanya orang yang sedang di perjalanan membutuhkan uang atau material lainnya.

Tuesday, February 21, 2012

Al-baqarah : 187

Pergaulan suami dan istri di bulan puasa

Dihalalkan bagimu pada malam hari puasa bercampur dengan istrimu. Mereka adalah pakaian bagimu, dan kamu adalah pakaian bagi mereka. Allah mengetahui bahwa kamu tidak dapat menahan dirimu sendiri, tetapi Dia menerima tobatmu dan memaafkan kamu. Maka sekarang campurilah mereka dan carilah apa yang telah ditetapkan oleh Allah bagimu. Makan dan minumlah hingga  jelas bagimu (perbedaan) antara benang putih dan benang hitam, yaitu fajar. Kemudian sempurnakanlah puasa sampai (datang) malam. Tetapi jangan kamu campuri mereka, ketika kamu sedang beritikaf dalam mesjid. Itulah ketentuan Allah, maka janganlah kamu mendekatinya. Demikianlah Allah menerangkan ayat2-Nya kepada manusia, agar mereka bertaqwa.

Yap!!! Seperti yang telah Allah firmankan diatas, bagi pasangan suami-istri diperbolehkan untuk menggauli pasangannya masing2 saat malam di hari puasa/ puasa ramadhan dan tidak berlaku untuk siang harinya.

Hiduplah dengan baik dengan memenuhi kebutuhan dalam kehidupan ini agar kita bisa membedakan antara siang hari dan malam hari. Agar manusia dapat membedakan batas2 waktu berpuasa yakni dari fajar hingga tenggelam matahari. Begitu pula sebaliknya, agar manusia dapat memenuhi kebutuhan biologisnya masing2 saat malam harinya. 

Tapi, ada tapinya niiih... Kalo sedang beritikaf (berada dalam mesjid dengan niat beribadah dan mendekatkan diri kepada Allah), pastinya dilarang untuk mencampuri suami/istri mu. 

Yuuuup, itulah ketentuan yang Allah berikan pada kita agar jangan mendekatinya apalagi melakukannya disaat berpuasa sehingga manusia dapat menjadi orang2 yang bertaqwa.

Monday, February 20, 2012

A Part of Unique Pictures

These pictures bellow are a favorite part of the unique pictures I've ever seen

Actually these are so easy taking. Coz the camera has the setting mode. So, it is easy, huh?





Al-baqarah:133

Wasiat Nabi Ya'qub untuk anak2nya

Apakah kamu menjadi saksi saat maut akan menjeput Ya'qub, ketika dia berkata kepada anak2nya, "Apa yang kamu sembah sepeninggalku?" Mereka menjawab, "Kami akan menyembah Tuhanmu dan Tuhan nenek moyangmu yaitu Ibrahim, Isma'il, dan Ishaq, (yaitu)Tuhan yang Maha Esa dan kami (hanya) berserah diri kepadaNya."

Itulah sepenggal wasiat dari Nabi Ya'qub kepada para generasi yang akan melanjutkan perjuangan ayahnya. Subhanallah... Inilah suatu bukti bahwa biasanya anak yang dilahirkan didunia ini mendapat warisan dari orang tua nya berupa agama, agama apapun itu. Jadi menurut saya, kita tidak boleh terlalu menyalah2kan agama orang lain karena itu adalah hak bagi setiap manusia yang hidup di dunia ini dan biasanya juga mengikuti agama apa yang diberikan. Dan Nabi Ya'qub telah memberikan mereka agama "Tauhid" yakni agama yang mengesakan Allah SWT, sehingga anak2nya pun akan meneruskan apa yang telah diwasiatkan oleh Ayahnya.

Sesuai dengan hadits Rasulullah, "Kullu mauludin yulaadu 'alal fithroh" -> setiap anak yang lahir ke didunia ini, dilahirkan dalam keadaan fitrah. Fitrah secara bahasa berarti "sifat asal, kesucian, bakat, dan pembawaan."