Saturday, December 31, 2011

Pentingnya Setetes Air

http://lestariairku.dagdigdug.com 
Sebelum kita masuk ke pembahasan inti, mari kita review kembali apa itu ‘konservasi’. Saya sempat baca di situs pendakierror.con, Konservasi itu berasal dari kata ‘conservation’ yang terdiri dari kata ‘con’ (together) dan ‘servare’ (keep/save) yang memiliki pengertian mengenai “upaya memelihara apa yang kita punya, namun secara bijaksana.” Ide ini dikemukakan pertama kalinya oleh Theodore Roosevelt (1902) yang merupakan orang Amerika.

Sedangkan menurut Rijksen (1981), “konservasi merupakan suatu bentuk evolusi kultural dimana pada saat dulu, upaya konservasi lebih buruk daripada saat sekarang.” Dari situs yang saya baca, konservasi juga dapat dipandang dari segi ekonomi yang berarti mencoba mengalokasikan sumber daya alam untuk sekarang dan dari segi ekologi merupakan alokasi sumber daya alam untuk sekarang dan masa yang akan datang.

Sedangkan air itu berbentuk zat cairan berasal dari senyawa O2 dan merupakan suatu kebutuhan dasar bagi makhluk hidup. Air sangat dibutuhkan oleh binatang dan tumbuhan agar dapat tumbuh dan berkembang dengan baik. Begitu pula halnya untuk manusia. Manusia sangat membutuhkan air baik untuk bertahhan hidup (minum) maupun untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari seperti mandi, masak, membersihkan rumah, mencuci, dll. Karena kandungan air dalam tubuh manusia itu berkisar 60% dari berat badan dan dari 60% itu sendiri, pada otak sekitar 90% nya air dan pada aliran darah 95% air. Agar dapat menjaga kestabilan tubuh (homeostatis) dibutuhkan air, tentunya air bersih. Sehingga, tidak bisa disangkal lagi bahwa kita harus menjaga dan melestarikan sumber daya air dengan baik dan bijaksana.

We all need water for our life...
I need you, water...
Sehingga dapat kita simpulkan, bahwa konservasi sumber daya air itu merupakan bentuk pelestarian, pemeliharaan, maupun pemerbudidayaan sumber daya air dengan cara bijaksana dan benar. So, we have to save our water together for the better life and quality of life. Nah, pelestarian ini bisa juga dipandang dari segi ekonomi dan ekologi sebagaimana yang sudah saya singgung tadi. Konservasi itu harus kita lihat di masa sekarang bagaimana keadaan dan kejadiannya terhadap sumber daya air dan jangan lupa, dengan adanya masalah-masalah di saat sekarang, kita harus pikirkan apakah memiliki dampak yang besar terhadap kita nantinya. So, it’s so important to be attention.

Sebagaimana kita tahu, semakin hari penggunaan air sangat tinggi dan sebaliknya, produksi air pun alias persediaan air di muka bumi pun mulai menurun. Sehingga dengan katidakseimbangan hal tersebut, dibutuhkan cara-cara agar dapat menyeimbangkannya. Menurut pendapat saya, salah satu caranya adalah dengan mematikan kran air yang telah dipakai. Intinya, jangan kebablasan sehingga menyebabkan air meluap dari bak mandi. Lalu pergunakan air dengan sebaik dan sehemat mungkin. Jangan dikit-dikit mau di cuci, dikit-dikit mau di siram, dikit-dikit mau di buang. Itulah yang membuat pemborosan. Padahal saudara-saudara kita yang mengalami kekeringan, belum tentu dapat memiliki air sebanyak yang kita punya. Jangankan air bersih apalagi air higienis, air apa saja lah statusnya mereka sulit mendapatkannya. Makanya saya sangat senang dengan instansi yang punya antusias dalam penanggulangan krisis air dimuka bumi ini terutama dinegeri Indonesia tercinta. Baik dengan penyuluhan-penyuluhan maupun pengumpulan dana untuk mempermudah saudara-saudara kita yang lain dapat memperoleh sumber daya air. So, hemat-hematlah menggunakan air... ^_^

Nah, kita juga bisa melihat kebersihan air itu dari bau, warna, rasa, dan kandungan logamnya (ini lebih ke higienis sih, menurutku). Jadi air bersih itu normalnya nggak ada bau, warna, dan rasa. Menurut saya, pelestarian air juga bisa ditingkatkan dengan menanam pohon alias reboisasi agar tidak terjadi pengikisan tanah yang dapat menyebabkan banjir yang bisa berdampak air kotor tersebar dimana-mana. Terkadang saya nggak abis pikir, kenapa sih air yang kita konsumsi sekarang sering banget tercemar? Yaaaah, pasti jawabannya ulah manusia dong. Masa hewan ato tumbuhan? Kadang kelalaian manusia kadang juga kesengajaan ato ketidaksengajaan, intinya belum ada kesadaran dari diri masing-masing dan dari instansi masing-masing.

Oya, sampah sepertinya juga mengambil hadle dalam urusan pelestarian air. Karena kalo sampah banyak berserakan tidak pada tempatnya, itu juga bisa buat banjirkan? Buat air terbendung dan kotor. Nah, inget juge ni ye... Buanglah sampah pada tempatnya. Jangan asal buang ajeeeeee. :D

Hm... Menghemat air bukan berarti mengurangi porsi kita untuk minum lo ya... Menghemat air itu bagaimana cara kita melestarikan air dengan sebaiknya agar dapat digunakan untuk hari-hari selanjutnya. Untuk menghasilkan air dengan cara lain adalah menyediakan tong air dirumah. Supaya air hujan bisa ditampung di tong itu dan juga bisa pake sumur bor juga trus di alirin ke tong, katanya juga lebih bersih. Kan air hujan juga bisa di pake buat siram bunga ato nyuci piring. Ya nggak?


Nah, dari makanan pun juga bisa menghemat air. Kan kita sudah tahu kalo tubuh kita sekitar 60% nya adalah air. Tiap kita makan makanan, tubuh juga butuh air untuk penyerapannya dalam tubuh. Nah, makanan seperti daging-dagingan memerlukan air yang sangat banyak untuk diserap menjadi nutrisi yang berguna bagi tubuh kita. Kan jadi bikin boros pake air. Jadi vegetarian or vegan secara tidak langsung telah menghemat penggunaan air. ^_^ Nih, tak kasih contoh kebutuhan air yang dibutuhkan tubuh dalam penyerapan makanan:
Ni foto tak ambil dari daftar menu restoran "Loving Hut"
Nah, mari kita tingkatkan pelestarian air dan air bersih dirumah kita masing-masing coz setes air itu sangat penting. The important of a drop of water.

No comments:

Post a Comment