Monday, July 4, 2011

Remote Place : Or_Dus “part one”

Siapa yang ngerasa jadi ordus disini??? Hayoo ngaku aja... Aku, aku... Numpang cerita ya, sekaligus mau tanyain s-t yang agak aneh -> Kenapa sih, -dulu, waktu kecil- cici sering dengar kalo orang yang tinggal di kota tu sering kali nggejek orang2 yang tinggalnya di dusun terpencil? Emang ada yang salah ta? Ada po? Emangnya kami ini gimana...

Dulu waktu semasa cici masih kecil, cici kan termasuk sufi nih alias suka film -nggak film ding, tapi sinetron gitu-, ci sering banget lihat kalo ada aja pemeran sinetron tersebut yang lugu, bodoh, pake kaca mata, nggomongnya lembut, selalu nundukin kepala, rambut dijalin, dll. Pokoknya yang jelek2 deh... Aku tu GERAM banget sama orang yang nggejek2 kayak gitu, trus tu sinetron nggak kretif banget ya? Dari sinetron yang satu ke sinetron yang lainnya, semua cerita masiiiiiih aja mirip2 dan bahkan sama hingga itu semua bisa ditebak oleh para penonton.

Nah, mari kita kritisi satu per satu...

Siapa bilang, orang dusun selalu dapat gelar yang jelek lagi menjelekkan? Walaupun gini2 ya,,, Kami tu bangga banget jadi orang dusun. Senggak2nya kami hanya bisa mematuhi perintah petinggi2 negara yang banyak banget maunya dengan rakyat cilik. Senggak2nya kami bisa berbuat kejujuran walaupun ujung2nya malah gunjingin  para petinggi negara yang salalu memakan hak2 rakyatnya. Senggak2nya kami nggak menyusahkan orang lain karena perbuatan kami yang belum mengetahui perbuatan petinggi2 tu sebenarnya apa.


source: google image
So, terima kasih Tuhan, masih memberi kami kekuatan dalam menjalani hidup ini. Pertahankanlah segala perbuatan orang2 di kota yang masih jujur dan menjaga amanah negara ini dan amanah dari-Mu. Dan yang paling kami harapkan, sadarkanlah para petinggi2 negara kami yang sudah semena2 dalam menjalankan wewenang mereka.

Sebagai orang kampung yang baik, kami nggak mau seenaknya aja di bilangin seperti orang2 yang nggak ngerti apa2. Memang namanya ordus sih... Ya, kami mengakui kalo kami ordus, tapi kami nggak separah yang anda2 alias artis2 kirain. Kami memang ordus tapi,,, Kami juga punya otak yang bisa kami gunain dengan baik, kami punya kampung halaman kalo kami pergi ke kota, kami bisa melakukan yang namanya perantauan dan nggak harus jauh2 keluar negeri, kami bisa mudik sewaktu orang2 mulai libur, kami bisa berbagi bersama -di pizza hut-, dan banyak yang lainnya.

So, anda salah, mengganggap kami ini terlalu kampungan ‘or’ whatever lah...

Alhamdulillah, senang nya jadi orang dusun ni ya??? Jadi nggak harus banyak ngerepotin orang banyak seperti siaran di TV yang menayangkan seperti dokumentasi yang pura2 asli padahal terlihat dengan jelas, semuanya udah pake skenario. Mereka -para orang perkotaan, yang anak mami dan papi- yang pengan ngerasain gimana  rasanya sengsara tinggal di kampung -padahal kami walaupun gini, kami selalu bersyukur banget dan always smile-, mereka terlihat seperti sediiiih banget dengan adegan2 yang seolah2 membuat mereka miris dengan orang2 dusun tersebut. Huh, sakitperut aku kalo nonton yang begituan, kalo emang mau banttu atau kasian, ya silahkan jadi volunteer aja. Biar nambah pahala gitchuuu...

Disini cici bukan bermaksud buat ngelecehin ciptaan orang ato karya orang lain. Tapi cici mohooooon banget, lain kali, buat lah sesuatu yang BARU serta MENCERAHKAN dan dapat memotivasi orang2 perkotaan -yang kaya lo ya- agar tidak lupa dengan orang2 yang dibawah mereka tanpa syarat, maksud, dan tujuan tertentu. Jadi memang harus bermanfaat gitu lo... Ya, cici nggak tau juga sih, maksud mereka apa, tapi paling nggak, create lah sesuatu yang dapat membangkitkan semangat orang2 di desa2 atau kampung2 yang masih sangat tertinggal dan tidak tau-menau dengan perkembangan dunia.

Hihihi... Serius banget nih ci, dari tadi kayak orang marah2 terus... Ya mau gimana lagi, binggug aku cara nggungkapin nya... Nanti deh, tak sambung lagi cerita ku di remote place : or-dus “part two”... Ok? Ok? Ok? Ting!!!

No comments:

Post a Comment