Friday, April 1, 2011

Telapak tangan = ? (Pertanyaan yang tak pernah terjawab)

Kali ini saya akan bercerita masalah keajaiban (baca: keanehan) yang ada pada telapak tangan saya. Mungkin sebagian orang tidak menganggap ini penting tapi bagi saya, ini merupakan sejarah yang tidak mengasyikkan. Pernahkan kita bertanya-tanya pada diri kita jika ada sesuatu yang aneh pada diri kita yang itu tidak ada pada diri orang sekitar kita??? Huft... sebenarnya bukan aneh sih ya (lebay)... tapi “berbeda” dengan kebanyakan orang. Nah, pasti kita akan banyak mencari tau apakah ini normal untuk manusia seperti kita? Ataukah ini memang mungkin suatu keajaiban yang ada pada kita? Hahahaha... Mungkin saya akan berbagi cerita tentang keajaiban/keanehan/perbedaan/kenormalan (what ever lah...) pada telapak tangan saya ini.

Tangan kiri saya
Saya mengetahui adanya perbedaan garis-garis pada telapak tangan saya ini sejak beberapa tahun yang lalu, kalau tidak salah sekitar saya duduk di kelas 1 DMP (Diniyyah Menengah Pertama) atau disetarakan dengan MTs (Madrasah Tsanawiyah) atau disetarakan juga dengan SMP (Sekolah Menengah Pertama). Saat itu saya tinggal di asrama pondok pesantren bersama dengan teman-teman dan guru-guru. Kebiasaan kami setelah shalat di mesjid asrama adalah bersalaman dengan teman, kakak kelas, adek kelas, dan guru yang ada disekitar kami.

Tangan kanan saya
 Waktu itu saya duduk di sekitar teman-teman saya, lalu kami bersalaman satu sama lain dan mengobrol sebentar. Di saat itu, saya melihat telapak tangan teman-teman saya yang sedang bercerita (entah apa, saya tidak dengar mereka) satu per satu. Nah, saya lihat telapak mereka antara teman saya yang satu dengan yang lainnya, sambil memotong pembicaraan mereka:
“Kok garis-garis ditangan kalian mirip-mirip ya? Bahkan sama...”
Saya kebingungan sendiri dan bertanya lagi pada mereka:
            “Lihat ni teman-teman! Garis di telapak tangan aku beda sendiri ya?”
Lalu beberapa teman menjawab sambil melihat telapak tangan saya:
            “Iya ya, kok telapak tangan mu beda ya garis-garis nya sama kami?”
Pertanyaan itu belum juga dapat terjawab saat itu juga. Kalau ada yang mengalami hal serupa seperti saya, pasti akan mencari tau, kenapa kok beda sendiri? Ya nggak?

        Hari itu adalah hari kami (anak ponpes modern Diniyyah Puteri) untuk pulkam (pulang kampung) ke rumah/daerah masing-masing. Saya membawa 1 PR tambahan selain dari PR yang diberikan oleh guru-guru di kelas dan di asrama, yaitu ingin bertanya kepada keluarga terutama orang tua saya. Siapa tau ini memang keturunan atau ada suatu kejadian yang membuat garis-garis ditangan saya (maklum orang awam yang mau tanya hal yang nggak penting banget, hahaha) berbeda dengan semua teman di asrama saya.

Telapak kiri yang banyak saya lihat
Telapak kanan yang banyak saya lihat
           Saya sempat melihat-lihat dan bertanya kepada kedua orang tua saya tentang garis telapak tangan saya ini. Sepertinya ini sangat tidak penting untuk dibahas, tapi alangkah penasarannya saya sewaktu itu. Saya lihat kedua telapak tangan orang tua saya pun juga sama dengan telapak tangan teman-teman saya. Saya berkata di dalam hati:
            “Aduuuuuh, gawat ni... Jangan-jangan saya ini bukan anak dari orang tua saya...”
Saya tanya pada ibuk dan ayah:
            “Yah, buk... Kok beda ya garis yang ada di telapak tangan kita ni?”
            “Ci anak ibuk dan ayah kan?”
            “Ci emang anak kandung ibuk sama ayah kan?”
Eh... Ayah sama ibuk Cuma tersenyum (mungkin lucu lihat saya tanyain itu). Jadi saya pun semakin ragu dengan status orang tua saya. Awalnya beda sama teman-teman, terus beda juga sama orang tua saya (binggung nggak sih?).

            Pertanyaan itu belum juga terjawab. Sewaktu saya pulang lagi ke pondok, awalnya pertama-tama masuk asrama dari liburan ada siraman rohani gitu (baca: ceramah). Saat itu disangkut lah masalah asmaul husna (nama-nama Allah) yang jumlah nya ada 99 nama baik Allah. Nah, ustadzah (guru perempuan dalam bahasa arab) saya juga mengakatakan:
“Anak-anak umi (ibu), sebenarnya tanda-tanda adanya asmaul husna (nama-nama Allah) itu juga ada di telapak tangan kita”
“Coba ananda lihat betapa Maha Besar Allah yang menciptakannya (telapak tangan)”
“Coba kalian baca angka yang ada pada garis telapak tangan kalian!”
“Adakah sesuatu yang menyangkut dengan pembicaraan kita hari ini?”
Salah satu dari murid pun menjawab:
            “Ada umi (ibu)... Dari garis yang ada di telapak tangan kita ini, dapat dibaca angka-angka. Angka arab yang ada di kedua telapak tangan itu terdiri dari ^l (baca: 81) dan l^ (baca: 18). Nah, kan kalo di jumlah kan jadi 99 (81+18=99), berarti itu lah salah satu tandanya...”

            Saya sebenarnya kurang setuju dengan pendapat umi tersebut yang sepertinya terlalu mengaitkan hal tersebut dengan Allah. Walaupun saya tidak tau maksud umi itu benar atau tidak, tapi saya bertanya lagi sama diri saya:
“Kalau seperti ini, lengkap lah penderitaan ku...”
“Berarti aku adalah orang yang nggak dikehendaki oleh Allah untuk dituliskan nama-nama Nya,,,”
“Huft... Tapi kan itu berdasarkan pendapat umi (ibu) nya aja (ada sedikit kelegaan) ”
“Pokoknya cici jangan bingung! Apa pun itu yang ada pada tubuh cici, itu adalah kehendak Allah (ya nggak?)”

Nah, menurut saya sih, saya (dan kita) seharusnya tidak boleh minder atau malu jika ada perbedaan dengan orang lain. Karena siapa yang tau kalau itu mungkin Allah ciptakan agar kita dapat mengoreksi diri kita masing-masing (terutama untuk saya sendiri). Dan mungkin saja itu merupakan kelebihan yang kita miliki. Intinya, marilah kita sama-sama memperbaiki semua pendapat kita (terutama saya) yang selalu menyalahkan Allah itu tidak adil dan sebagainya.

NB: Tapi sebenarnya saya masih sangat penasaran ni teman-teman... kalau teman-teman ada yang tau ini apa atau emang ada tipe-tipe telapak tangan yang beda, mohon masukan dan ilmu nya ya teman-teman...

14 comments:

  1. Wallahua'lam... Perbedaan seperti itu hanya Allah yang tau, jangan sampai disangkut pautkan dengan keimanan... Iman hanya ada dalam hati dan tak bisa disangkutpautkan dengan hal lain, apalagi fisik. Tapi emang penasaran juga sih :b

    ReplyDelete
  2. iya kak. hm... jadi gimana ni tulisannya? bener to, g ada hubungannya? penasaran to?

    ReplyDelete
  3. Iya dik... Mungkin lain kali kalo ada waktu mari kita cari ensiklopedia telapak tangan. Haha...

    ReplyDelete
  4. mari kak. tapi rasa adik beda nya itu karena waktu adik masih dalam perut ibuk dulu, adik genggam tangan nya terlalu kencang/kuat. jadi lebih banyak lipatannya...

    ReplyDelete
  5. Hm... masuk akal juga sih. Hehe... Tanya aja sama dokter yang OG dk.

    ReplyDelete
  6. malah dulu pas aku kecil, prnh ada mitos (yg tidak patut dipercaya) kalo garis telapak tangan kita itu... menunjukkan akan berakhir dimanakah kita kelak, surga atau neraka... beuh syereeem kan? mitos yg ngawur...

    ReplyDelete
  7. hah? iya po kak obid? ngeri ya? tapi wallahu'alam...

    ReplyDelete
  8. La gimana cara taunya bid? Maksudnya dari apanya gitu

    ReplyDelete
  9. ya q juga agak2 lupa, hihii, pkoknya ada yg bilang kalo garis tangan kita ke arah tertentu tu menuju surga, kalo putus d tngah2 ada yg bilang ke neraka... ah ngaco pokoknya ^_^

    ReplyDelete
  10. wah,,, kasiannya aku. tapi mudah2an itu ngaco ato mitos aja...

    ReplyDelete
  11. ya pasti mitoslah dik.. hehe..

    dont worry be happy,
    masalah akhirat kan cuma nyangkut sm ketaqwaan.

    ReplyDelete
  12. yap...
    our iman is the most important than anything...

    ReplyDelete
  13. salam rahayu... aku juga punya garis tangan yang berbeda ...
    untuk mengetahui jawabanya silahkan gabung ke group ini
    https://www.facebook.com/groups/SimianLineIndonesia/

    dan ini facebook saya
    https://www.facebook.com/satria.langits

    ReplyDelete