Wednesday, April 20, 2011

Obat = Bahan Kimia

Pernahkah kamu mengkonsumsi obat-obatan dari Rumah Sakit atau resep dokter? Barangkali hampir semua dari kita pernah mengkonsumsinya. Baik yag diresepkan oleh dokter, ataupun yang kita beli secara eceran sendiri. Tetapi, ada sebagian dari kita yang sangat skeptis terhadap obat-obatan itu, dengan alasan banyaknya terdapat bahan kimia. Kalimat ini sering kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari:

"Ah, buat apa berobat ke dokter? Toh ujung-ujungnya cuma buat dapat resep. Isi resepnya obat kimia pula. Saya kan anti banget sama obat-obatan seperti itu"

"Hati-hati lho kalo terlalu sering mengkonsumsi obat-obatan, baik yang diracik maupun yang sudah tersedia. Banyak bahan kimianya. Mending yang herbal aja... Aman"

"Lebih baik berobat di pengobatan tradisional, selain murah, obat-obatannya alami (herbal) semua, nggak pake bahan kimia"

Jadi, mari kita telusuri lagi. Benarkah obat-obatan herbal itu aman dan tanpa bahan kimia?

Pengertian bahan kimia, menurut kamus saya sendiri, adalah segala sesuatu yang mengandung unsur tertentu. Baik itu masih yang alami, maupun olahan. Disangkutpautkan dengan obat herbal dan jenerik tadi, benarkah kamu yakin herbal itu tidak mengandung bahan kimia? Kalau iya, kamu kurang tepat. Segala sesuatu di bumi ini terdiri dari unsur kimiawi, termasuk obat herbal tersebut. Nah, lantas apa dong bedanya obat herbal dan jenerik? Salah satunya adalah cara dan panjangnya proses pengolahan.

Kebanyakan obat herbal diolah dengan proses yang sederhana. Misalnya satu macam tumbuhan yang dipercayai bermanfaat, diambil intisari atau unsur intinya untuk selanjutnya diolah menjadi obat. Seperti yang sering kita jumpai di toko-toko Islam atau pasar ada kurma, kurma madu, habbatussauda, jintan hitam, zaitun, dll. Itu semua adalah obat herbal, aman dikonsumsi tanpa resep dokter, tapi tetap mangandung bahan kimia.

Selanjutnya obat jenerik yang sudah pasti juga mengandung bahan kimia. Tapi, benarkah seperti yang kebanyakan kita pikir bahwa itu tidak aman? Pendapat simpel saya, jika obat jenerik atau sebangsanya itu tidak aman dikonsumsi, bagaimana mungkin hampir semua dokter memberi resep obat tersebut. Jurusan farmasi atau profesi apoteker semakin mengembangkan penelitian terhadap suatu obat.

Jadi, sebenarnya obat-obatan atau apalah namanya, itu merupakan obat yang terbuat dari bahan kimia tapi yang membedakan adalah bahan kimia yang dipakai. Kalau bahannya memang merusak fungsi atau anatomis tubuh, ya itu artinya obat tersebut tidak aman digunakan. So, bukan berarti obat dari bahan-bahan herbal itu bebas dari bahan kimiawi. 

2 comments:

  1. masih sangat mudah diperdebatkan sebenarnya meskipun saya sendiri setuju dengan isi artikel ini.

    ReplyDelete
  2. ya itu lah tanda nya otak kita masih bagus dan dapat mengkritisi hal apapun...

    ReplyDelete