Sunday, April 3, 2011

:( Bingung dengan profesi sendiri :(

Apa rasa nya...
Kalo ci udah jadi dokter di nanti???
Banyak yang bilang kalo dokter itu banyak pendiam-pendiam, nggak komunikatif, nggak enak, nggak tanya secara dalam...
Itu pun aku yang merasakan nya sendiri, sewaktu ditangani oleh dokter...
Padahal sewaktu aku merasakan atau menjalani pembelajaran di kedokteran, semuanya telah di pelajari dan di ajarkan. Tapi kok real nya beda ya???
Kali ini saya ingin menyampaikan argumen saya tentang profesi yang sedang saya jalani... Sebenarnya inilah alasan saya ingin membuat blog, yaitu ingin berbagi pengalaman dan ilmu yang sudah saya alami dan saya dapatkan. Saya juga ingin menyampaikan realita-realita yang ada di sekitar kita semua (terutama yang pernah saya lihat). Tentang apapun...

Kakak saya yang baru beberapa hari yang lalu datang ke Jogja untuk membantu saya dalam menghadapi ujian blok 4 karena beberapa minggu terakhir ini saya sering mengalami pusing mendadak dan terkadang sampai muntah. Hahaha, maklumlah orang baru masuk kuliah, aneh-aneh aja penyakitnya. Hari itu (sekitar akhir maret), di saat masih pertengahan hari-hari ujian, gusi kakak saya sakit dan kami segera memeriksa di salah satu rumah sakit Jogja.

Nah, ini bukan yang pertama kali nya saya mengunjungi rumah sakit itu. Penampakan dan suasana yang terlihat sama saja di hari pertama saya berobat kesana sebelumnya. Ya... Tentu nya seperti suasana kebanyakan rumah sakit yang ada di daerah kita masing-masing. Di lingkungan sekitar rumah sakit umum itu biasanya sangat ramai, tidak seperti rumah sakit spesialis yang sangat tertata dengan rapi dan tidak seramai rumah sakit umum.

Sewaktu kakak mengisi data untuk pendaftaran, saya melihat di sekeliling halaman rumah sakit umum itu sangat padat dan saya tidak mengerti, kenapa banyak sekali motor dan mobil yang diparkirkan di depan nya (rumah sakit umum). Saya bertanya-tanya “apakah yang banyak ini pasien atau petugas di rumah sakit umum ini?”. Ntah lah, apapun dan siapapun itu sebenarnya tidak penting sekali dalam cerita saya kali ini.

Setelah kakak mengisi data dan mendaftarkan dirinya, dia menyerahkan kepada petugas yang menangani bagian pendaftaran. Petugas itu sangat lemas, lesu, dan letih serta terlihat agak garang (ggrrrrr). Tidak jelas apa yang ia katakan. Huft... Lagi-lagi ada sesuatu yang aneh di pandangan kami berdua, “ni petugas kenapa ya?”. “Ah... biarkan saja lah”, kami mengacuhkan mereka. Kami menunggu giliran untuk di panggil di tempat duduk antrian yang tidak terlalu jelas, itu tempat duduk ngantri atau tempat duduk di teras rumah sakit itu.

Kakak hanya diperiksa di ruang UGD dan saat nama kakak dipanggil, ia langsung duduk di depan meja dokter yang akan memeriksanya. Sewaktu itu, saya melihat dokter itu  hanya menanyakan sedikit pertanyaan (1-3 pertanyaan) dan langsung mengatakan, tolong diperiksa ke dokter gigi saja. Kakak diberikan obat anti nyeri dan anti radang untuk sementara waktu.

Saya sangat tidak puas dengan pelayanan dokter tersebut, ntah kenapa... Yang pastinya sudah banyak dokter-dokter yang saya datangi, kebanyakan dari mereka tidak menanyakan (anamnesis) secara detail dan rinci. Saya juga tidak tau, apakah kalau sudah menjadi dokter itu, semua dokter akan bersikap seperti itu?. Saya juga belum tau karena belum pengalaman. Tapi saya pernah berobat ke salah satu rumah sakit umum  yang ada di surabaya, disana saya ditanyakan (anamnesis) secara detail dan juga dilakukan pemeriksaan fisik serta dokter juga menyarankan dan antusias terhadap semua pasien yang ada. Jadi saya pun merasa puas dengan pelayanan yang ada.

Saya sebagai mahasiswa kedokteran yang masih pemula (awalan), masih bingung terhadap perlakuan yang diberikan oleh kebanyakan dokter yang berbeda-beda terhadap pasiennya. Saya bukan bermaksud untuk mengucilkan suatu rumah sakit atau sok-sok mengerti dengan itu semua. Tapi saya hanya ingin menyatakannya, karena sebagai mahasiswa kedokteran, kadang saya dapat belajar dari pengalaman-pengalaman yang saya alami secara langsung apalagi di rumah sakit umum karena, pastinya saya insyaallah akan mengalami hal yang serupa di kemudian hari. Jadi bagaimana jika kebanyakan mahasiswa kedokteran akan belajar dari dokter yang sangat sudah mahir dan berpengalaman kalau pelayanan dokter yang sudah paten ini sangat tidak memuaskan pasiennya.

Disini saya bukan menyalahkan profesi dokter, tapi bagaimana dengan yang dulu nya telah di pelajari semasa kuliah dan coas. Dari yang telah saya pelajari selama ini sangat berbeda realitanya sewaktu telah di rumah sakit atau tempat kerja masing-masing dokter. Oleh karena itu saya jadi bingung dan tidak tau mau bilang apa jika ditanyakan oleh teman-teman saya tentang “dokter tu emang seperti itu ya ci? Pelayanannya memang sperti itu ya? Dulu yang di pelajari juga seperti tu ya?”. Nah, kapok saya mau jawab apa. Karena pap yang telah saya pelajari dengan kenyataannya itu terdapat perbedaan yang signifikan. Tapi juga harus diingat lagi, tidak semua dokter yang bersikap seperti itu, hanya kebanyakan nya saja.

Kebanyakan yang saya lihat, dengar, dan saya alami ini juga dirasakan oleh kebanyakan keluarga dan teman-teman saya. Saya tidak menjelek-jelekkan profesi dokter dari tadi karena menjadi dokter dan jadi apapun itu menurut saya sangat mulia jika dapat menyelaraskan segala hal-hal yang membuat pekerjaan kita menjadi berguna dan bermanfaat bagi orang lain.

Jadi sebenarnya disini saya hanya sedikit (karena masih banyak lagi) memaparkan apa-apa yang saya alami, semoga jika kita telah bekerja sekarang atau nantinya, jadi apapun kita, kita (terutama bagi saya sendiri khususnya) dapat menjadi orang yang berguna bagi kehidupan di dunia ini. So, just keep our reputation with sportifity and honestly... Maap kalo saya banyak kesalahan dan mohon masukan serta kritik saran nya.

4 comments:

  1. Hah... Akhirnya jadi juga komen, setelah beberapa kali gagal karena sinyal di RS kmaren cuma GPRS. Hehe...

    So, ya begitulah. Saya juga sempat beberapa kali berhadapan dengan dokter yang sepertinya anamnesisnya tidak terlalu meyakinkan. Bahkan saya jadi tidak ikhlas jika mendapat harga mahal untuk pelayanan dokternya, apalagi obatnya. Jadi bertanya2, apakah benar ini obat yang harus saya konsumsi? Apakah benar ini penyakit saya?

    ReplyDelete
  2. ya, sebenarnya tidak semua dokter yang seperti itu. tapi kalo pun ada yang seperti itu, ya,,, maklumi ya? mungkin belum meresapi dengan baik apa yang sudah di ajarkan dahulunya... (wallahu'alam).

    makasih ya atas komennya. mudah2an para profesi dokter dapat memahami hal ini dengan baik. amin..

    ReplyDelete